Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memberi Teman, Sudah Termasuk Zakat?

Kompas.com - 23/08/2010, 15:38 WIB

Tanya: Assalamualakum... yang dinamakan zakat kan mengeluarkan sebagian harta setelah cukup nishob dan sudah 1 tahun. Jumlah yang di keluarkan juga 2,5 persen. Apakah kalau saya mengeluarkan harta sebanyak 10 persen dari penghasilan tiap bulan itu bisa dianggap zakat? Saya juga memberikan harta itu kepada teman yang kekurangan biaya kuliah? Apakah itu bisa di anggap zakat... saya berfikiran, dari pada kita memberikan kepada lembaga, lebih baik kita  memberikan kepada orang yang memerlukan di dekat kita... terima kasih. wslm.... (Albus)

Jawab:

waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh Semoga saudara selalu dalam rahmat Allah azzza wajallah Mengeluarkan zakat harta memang harus memenuhi syarat dan ketentuan harta tersebut wajib dikeluarkan zakatnya yaitu: 1) Milik penuh 2) Cukup nisab 3) Sudah setahun (haul) 4) Bebas dari hutang 5) harta tesebut an-numu artinya dapat bertambah bila dijadikan modal usaha.

Nah, bila dari penghasilan tersebut terdapat pungutan sebesar 10 persen apakah dengan membayarnya bisa dianggap kita telah berzakat? Tentunya tidak, sebagaimana dalih orang yang mengelak membayar zakat karena telah membayar pajak. Antara masing-masing keduanya memiliki kekhasan yang tidak mungkin disatukan. Zakat adalah sebagai bukti kepatuhan beribadah kepada Allah untuk membersihkan harta kita, dan para penerima zakat adalah orang-orang yang sudah Allah tentukan golongan mereka dalam FirmanNya (at-Taubah:60).

Ditinjau dari peribadatan sendiri merujuk pada kaedah para ulama tentang syarat sah diterimanya amal dan Ibadah adalah dengan memenuhi dua syarat yakni Ikhlas karena Allah ta’ala dan Ibadah tersebut dilandasi sunnah yang diamalkan Rasul. Artinya berzakat itu ikhlas niatannya karena Allah bukan karena terpaksa dan zakat tersebut bilamana di keluarkan harus sesuai takaran yang disunnahkan Rasul 2,5 persen tidak kurang ataupun lebih.

Ketika kita mengulurkan bantuan sosial sejatinya kembali pada niatan hati kita apakah bantuan tadi Infaq, sodaqoh hibah atau hadiah. Dalam kaedah fiqih di sebutkan “al-umuuru bi maqosidiha” perbuatan itu dinilai (pahalanya) tergantung niat dan maksud kita. Kalau maksud kita hendak berzakat maka kita harus tunduk pada syarat dan ketentuan mengeluarkan zakat.

Ditinjau dari sahnya amalan zakat maka memberikan langsung kepada lembaga amil atau langsung kepada mustahiq kedua-duanya sah menurut para fuqoha. Tapi memberi kepada lembaga zakat tentunya ada manfaat lebih. Bukankah Rasulullah dan para sahabat menyerahkan masalah zakat kepada para amilnya?. Wallahu ta’ala a’lamu. (Tim Dompet Dhuafa)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

    Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

    Work Smart
    Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

    Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

    Whats New
    Kinerja Pegawai Bea Cukai 'Dirujak' Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

    Kinerja Pegawai Bea Cukai "Dirujak" Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

    Whats New
    Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

    Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

    Whats New
    Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

    Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

    Work Smart
    Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    Whats New
    Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

    Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

    Spend Smart
    Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

    Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

    Spend Smart
    Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

    Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

    Work Smart
    Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

    Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

    Whats New
    SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

    SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

    Whats New
    Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

    Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

    Whats New
    Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

    Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

    Whats New
    [POPULER MONEY] Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

    [POPULER MONEY] Sri Mulyani "Ramal" Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

    Whats New
    Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

    Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

    Spend Smart
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com