Menyiapkan Rencana Pendidikan: Tabungan Pendidikan, Asuransi Pendidikan, atau Reksa Dana? - Kompas.com

Menyiapkan Rencana Pendidikan: Tabungan Pendidikan, Asuransi Pendidikan, atau Reksa Dana?

Rudiyanto Zh
Kompas.com - 14/06/2016, 09:33 WIB
www.shutterstock.com Ilustrasi pendidikan

KOMPAS.com - Selama ini, salah satu instrumen yang sering digunakan dalam mempersiapkan rencana pendidikan anak adalah melalui asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan.

Tahukah anda, bahwa persiapan rencana pendidikan anak juga dapat dilakukan melalui investasi reksa dana?

Biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun merupakan salah satu tantangan utama bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anaknya.

Tidak jarang pula, demi membiayai uang masuk sekolah, orang tua mengambil pinjaman jangka pendek yang bunganya relatif tinggi seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), pinjaman multi guna atau bahkan meminjam dari renternir.

Tindakan tersebut tidak salah. Namun ada baiknya biaya pendidikan bisa disiapkan sejak dini sehingga pada saat dibutuhkan nanti, tidak perlu lagi terpaksa harus meminjam dengan bunga relatif tinggi.

Selama ini produk yang dikenal masyarakat untuk hal tersebut adalah tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.

Bagaimana perbandingan kedua produk ini dan bagaimana pula perbandingannya dengan reksa dana ?

Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan

Tabungan pendidikan sesuai namanya hanya bisa dijumpai di bank. Melalui produk ini nasabah berkomitmen melakukan setoran berkala dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan, misalkan Rp 1 juta Rupiah per bulan selama 10 tahun.

Karena adanya komitmen tersebut, bank dapat memberikan tingkat bunga yang relatif di atas rata-rata tabungan namun dengan syarat pencairan dipercepat akan dikenakan penalti.

Dalam periode tersebut, nasabah juga dilindungan asuransi kecelakaan.

Agak berbeda dengan tabungan pendidikan, asuransi pendidikan dapat diperoleh di bank ataupun di agen asuransi meskipun sebutannya agak berbeda. Jika di bank, produk in dikenal dengan sebutan Bancassurance, sementara jika di asuransi lebih dikenal dengan sebutan unit link.

Pada produk asuransi pendidikan, dana masyarakat dibagi sebagian pada asuransi dan sebagian pada investasi.

Umumnya perlindungan asuransinya lebih komprehensif dari tabungan pendidikan yang tidak hanya asuransi kecelakaan tapi juga jiwa, penyakit kritis dan kesehatan.

(Baca: Lebih Prioritas Mana, Asuransi atau Investasi Reksa Dana?)

Karena perlindungan asuransi yang lebih komprehensif tersebut, dana yang diinvestasikan harus dipotong sebagian untuk membayar premi. Akibatnya hasil pengembangannya menjadi tidak maksimal.

Baik tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Hasil pengembangan dari tabungan pendidikan relatif bisa diperkirakan walaupun hasilnya tidak begitu besar. Sementara asuransi pendidikan memberikan perlindungan asuransi yang komprehensif sementara itu potongan preminya cukup besar sehingga hasil investasinya kurang maksimal.

Yang menjadi persoalan dalam menyiapkan rencana pendidikan anak selain proteksi atas risiko ketidakpastian adalah tingkat inflasi pendidikan yang relatif tinggi. Kenaikan biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta yang bagus ataupun di SMP – SMA unggulan bisa mencapai 10-15 persen setiap tahunnya. Belum lagi biaya-biaya lain selama masa sekolah.

Hal ini tentu akan menjadi kendala apabila hasil pengembangan dana di tabungan dan asuransi pendidikan kurang maksimal. Untuk mendapatkan hasil pengembangan yang setara atau bahkan lebih baik daripada inflasi, salah satu alternatifnya adalah melalui investasi reksa dana.

Dibandingkan tabungan dan asuransi pendidikan, 100 persen dari dana yang disetorkan ke reksa dana seluruhnya digunakan untuk pengembangan. Dengan demikian hasil

pengembangannya juga akan lebih maksimal meskipun hal ini juga menjadi kelemahannya yaitu tidak terdapat asuransi.

Produk ini cocok untuk orang tua yang lebih fokus pada hasil pengembangan dibandingkan perlindungan.

Pilihan produknya juga lebih beragam sesuai dengan jangka waktu dana dana pendidikan anak tersebut akan digunakan.

Terdapat reksa dana pasar uang untuk tujuan kurang dari 1 tahun, reksa dana pendapatan tetap untuk 1 – 3 tahun, reksa dana campuran untuk 3–5 tahun dan reksa dana saham untuk di atas 5 tahun.

Karena merupakan kegiatan investasi, investor harus menyadari bahwa terdapat risiko hasil pengembangan di bawah tingkat inflasi atau bahkan mengalami kerugian ketika kondisi ekonomi sedang kurang baik.

Namun di satu sisi, karena mengambil risiko tersebut diharapkan hasil investasi akan berkembang maksimal dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, untuk anda yang menginginkan kestabilan dan memiliki dana relatif besar, dapat memilih tabungan pendidikan.

Bagi Anda yang khawatir akan risiko dan membutuhkan perlindungan, bisa memilih asuransi pendidikan anak. Untuk anda yang ingin memaksimalkan hasil pengembangan bisa memilih reksa dana.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X