Kalau Negara Sudah Makmur, Tak Ada Lagi Mudik Gratis - Kompas.com

Kalau Negara Sudah Makmur, Tak Ada Lagi Mudik Gratis

Kompas.com - 21/06/2016, 05:30 WIB
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Sejumlah bus yang mengangkut pemudik hendak diberangkatkan di kawasan JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014). Sido Muncul menyelenggarakan mudik gratis yang ke-25 kalinya bagi 20.000 orang pedagang jamu se-Jabodetabek dengan menggunakan sekitar 310 bus dengan 7 kota tujuan di Jawa.

KOMPAS.com - Mudik gratis menjelang Lebaran masih menjadi fenomena yang muncul bahkan hingga kini. Tadinya, kata Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Sofyan Hidayat, pada Senin (20/6/2016), pada sekitar 1990-an baru segelintir perusahaan yang membuat acara mudik gratis bagi para karyawan maupun jaringan distribusinya. "Kami termasuk yang paling awal mengadakan mudik gratis," katanya di sela-sela acara berbuka puasa dengan media tersebut.

Sofyan yang baru diangkat sebagai direktur utama pada Mei 2016 lalu menambahkan,"Mudik gratis yang sekarang (2016) berarti sudah 26 kali."

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Direktur Marketing emiten Bursa Efek Indonesia berkode SIDO, Irwan Hidayat, berpandangan bahwa mudik gratis, ke depannya, kian lama kian harus ditinggalkan,"Kalau negara sudah makmur, tak ada lagi mudik gratis," tutur pria berkacamata itu.

Josephus Primus Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk Sofyan Hidayat. Sofyan diangkat menjadi direktur utama sejak Mei 2016.

Menurut hemat Irwan Hidayat, di negara yang sudah makmur, rakyatnya punya kemampuan secara finansial untuk melakukan mudik. "Jadi mereka tidak perlu lagi mencari penyelenggaraan mudik gratis," katanya lagi.

Catatan dari laman sidomuncul.com menunjukkan bahwa  untuk pertama kalinya, mudik gratis Sido Muncul dilaksanakan pada 1991. Ada sekitar 2.500 pedagang jamu dan keluarganya mengikuti acara tersebut. Perusahaan menyediakan 50 unit bus untuk berbagai tujuan seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Pemberangkatan mudik gratis dilakukan di Lapangan Parkir Timur Senayan.  Sampai dengan 2015, SIDO sudah memulangkan mudik 316.400 orang pedagang jamu dan keluarganya.

EditorJosephus Primus
Komentar