Hari Jomblo di China Vs "Black Friday" di AS, Mana Lebih Besar? - Kompas.com

Hari Jomblo di China Vs "Black Friday" di AS, Mana Lebih Besar?

Aprillia Ika
Kompas.com - 10/11/2016, 12:00 WIB
Bayu Galih/Kompas.com Primark yang berada di Oxford Street, London, menjadi salah satu retail favorit saat belanja Black Friday, Jumat (27/11/2015).

KOMPAS.com - Saat ini, "Black Friday" merupakan ajang penjualan terbesar di Amerika Serikat (AS) baik secara online maupun offline. Bagaimana dengan Singles Day atau Hari Jomblo yang selalu dilaksanakan setiap 11 November sejak 2009?

Berdasarkan keterangan dari Xinhua, Singles Day ternyata lebih besar ketimbang Black Friday. Apa sebabnya?

Tahun lalu, Singles Day mendulang pendapatan hingga 11,4 miliar euro untuk barang-barang, hanya untuk China, dalam 24 jam penjualan.

Ini menghasilkan 467 juta paket yang diantarkan dari 710 juta pembayaran yang terjadi.

Hasil tersebut naik 60 persen dibanding pencapaian Singles Day pada 2014. Selain itu, pencapaian Singles Day pada 2015 ini dua kali lipat dari hasil penjualan online gabungan ajang Thanksgiving, Black Friday, dan Cyber Monday sekalipun.

Nah, pada tahun ini, Alibaba Group selaku pihak yang menghelat ajang Singles Day sejak 2009 menargetkan pencapaian penjualan pada 2016 akan dilampaui pada tahun ini, dengan cara mengubah nama Singles Day jadi 11.11 Global Shopping Festival, dengan harapan lebih banyak trafik transaksi online yang masuk ke semua platform penjualan Alibaba.

Pada 2016, pemilik Alibaba yang eksentrik, Jack Ma, menginginkan pengalaman berbelanja yang menyeluruh, tidak hanya berkutat pada jomblo.

Hal ini yang mendasari Jack Ma yang saat ini menjadi pria terkaya kedua di China untuk mengatakan mengganti istilah Singles Day menjadi 11.11 Global Shopping Festival.

PenulisAprillia Ika
EditorAprillia Ika
SumberTelegraph,

Komentar
Close Ads X