Bekerja Lebih "Happy" dengan "Internal Motivations" - Kompas.com

Bekerja Lebih "Happy" dengan "Internal Motivations"

Dedy Dahlan
Kompas.com - 26/01/2017, 06:07 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Kalau Anda pernah duduk diam di atas ranjang, hanya memandangi jam di depan mata, memperhatikan detik demi detik berlalu, sambil mikir, “Masih mungkin enggak, saya baring-baring, leyeh- leyeh beberapa menit lagi sebelum terpaksa siap- siap berangkat ke kantor?” Berarti Anda tahu rasanya berjuang keras untuk mengumpulkan motivasi.

“Yessssss! Besok Selasa, 4 hari lagi Jumat!” – Tweet seorang karyawan galau.

Hilangnya (atau kurangnya) motivasi adalah salah satu hal alami yang bisa dialami siapapun, bahkan di tengah-tengah hari dan situasi kerja.

Sampai di kantor. Bikin kopi. Buka laptop. Bengong. “Ughhh..” buka HP dulu, ngumpulin semangat, liat Facebook. Tutup HP. Bengong lagi. Lihat jam. “Apaaaaa? Pulang masih 7, 5 jam lagiiiii?”

Nah, masalahnya, motivasi Anda adalah BENSIN keberhasilan Anda.

Tanpa motivasi, tidak ada keinginan berkarya optimal, dan tidak ada daya tahan dalam menghadapi tantangan, dan akibatnya? Tidak ada keberhasilan.

Tapi di sisi lain, ada saatnya Anda TIDAK mengalami hal ini sama sekali! Ada kalanya, Anda tidak perlu disuruh-suruh oleh bos berkumis, atasan galak, orang tua, atau oleh dosen ‘killer’ Anda untuk loncat dari kasur, untuk siap- siap berangkat, untuk buka laptop, dan langsung bergerak!

Kapankah saat itu terjadi?

Saat Anda melakukan Apa yang Anda SUKA!

Saat Anda mau berlibur dan piknik.
Saat Anda mau melakukan aktivitas hobi Anda.
Saat Anda mau memainkan game kesukaan Anda.
Saat Anda mau kencan dengan pasangan atau kecengan Anda.

Jadi di sinilah pertanyaan pentingnya yang harus Anda garis bawahi. “Dari mana datangnya motivasi untuk melakukan semua ini?” Dan lebih penting lagi, “Bagaimana kita menerapkan jenis motivasi kedua yang menyenangkan ini di dalam PEKERJAAN kita, agar lebih happy dan sukses?”

 

Motivasi Eksternal dan Motivasi Internal

Sederhananya, tergantung dari sumber asalnya, ada dua jenis motivasi dalam diri kita.

Sesuai namanya, External Motivation (motivasi eksternal) adalah motivasi yang datang dari sumber ‘luar’ diri, dan Internal Motivation (motivasi internal) adalah motivasi yang datang dari sumber ‘dalam’ diri kita sendiri.

Motivasi Eksternal

Motivasi eksternal datang dari pemicu- pemicu yang bukan alami dari keinginan kita sendiri, tapi faktor ‘rangsangan’ atau ‘pancingan yang datang dari dunia luar. Gaji dan komisi misalnya, adalah sumber motivasi eksternal.

Beberapa contoh sumber motivasi eksternal:

- Gaji, komisi, dan bonus kerja.
- Hadiah dan penghargaan-penghargaan.
- Pujian dan teguran.
- Peraturan dan hukuman.
- Pep talk atau kalimat motivasi dari pembicara motivasi, atau siapapun.

Seperti yang Anda lihat dari beberapa contoh di atas, motivasi eksternal bersumber dari orang lain, atau lingkungan, atau sistem, dan berdampak terhadap kita.

Motivasi eksternal adalah jenis motivasi yang ‘memaksa’ atau ‘memancing’ kita untuk melakukan sesuatu, walau mungkin kita tidak mau, dengan seringnya, memberikan atau memberikan gambaran KOMPENSASI positif atau negatif.

- Kita mau kerja karena gaji dan janji komisi.
- Kita mau mengejar target karena ingin dapat penghargaan.
- Kita bekerja baik karena ingin dipuji dan menghindari ditegur.
- Kita mau tiba di kantor on- time karena takut kena hukuman.
- Kita dipancing jadi bersemangat oleh motivator karena ditakut-takuti efek kegagalan.

Inilah tipe motivasi yang paling umum kita temukan sehari- hari, dari kantor, kampus, sampai sekolah. Inilah tipe motivasi yang paling sering kita alami.

Dan kenapa tidak? Motivasi cara ini paling gampang kita lakukan untuk orang lain!

Kalau enggak kerja, dipecat lho, jadi enggak dapat gaji lhoo.
Kalau telat ke kampus, diabsen lho, nanti enggak lulus lhoo.
Kalau enggak on- time, di ‘keramasin’ dan diomelin kumis bos lhoo.

Ini bahkan kita alami dari kecil!

“Kalau enggak cepet pulang, diculik setan lhoo!” ancam ibu pada anaknya.

Keuntungan motivasi eksternal adalah MUDAH DILAKUKAN. Mudah diterapkan di kantor pada karyawan, kampus, atau organisasi. Dan mudah dikontrol atau diukur.

Kerugiannya? Motivasi eksternal seringkali dipusatkan pada HASIL, pada tujuan, dan pada pencapaian, dan bukan pada PROSES.

Inilah yang membuat motivasi eksternal seringkali tidak tahan lama, dan masih membuat pekerjaan dan rutinitas seperti aktivitas ‘paksaan’ yang dilakukan karena terpaksa.

Motivasi Internal

Motivasi ini bersumber dari dalam diri kita sendiri. Motivasi internal tidak membutuhkan pemicu luar, tidak perlu umpan, tidak perlu rangsangan dari luar dalam bentuk apapun.

Motivasi internal tidak muncul karena kita ingin diberi atau mendapatkan sesuatu, atau takut mendapat sangsi apapun. Motivasi internal adalah motivasi yang memusatkan diri pada prosesnya, bukan tujuannya, upahnya, atau hasil akhirnya semata.

Motivasi ini membuat kita mau melakukan sesuatu karena kita memang MAU melakukannya!

Kalau memang kita mendapatkan sesuatu saat melakukannya, ahh, itu sih hanya bonus.

Motivasi inilah yang membedakan orang- orang yang:

- Bekerja karena suka dengan bidangnya, dengan mereka yang terpaksa.
- Berolahraga karena passionnya, dengan mereka yang mengejar pujian media sosial.
- Berkarya karena ingin membuat karya, dengan mereka yang mencari ketenaran.
- Dan inilah sumber motivasi yang digunakan oleh orang- orang tersukses dunia!

Inilah sumber motivasi yang melahirkan masterpieces!

Inilah sumber motivasi yang HARUS Anda gunakan untuk diri Anda!

Google, menerapkan sistem kerja berbasis kreativitas dan fun working environment, karena mereka percaya bahwa karyawan yang senang, menikmati pekerjaannya, dan bisa membangkitkan motivasi internalnya sendiri adalah karyawan terbaik.

Mereka menerapkan kebijakan bahwa setiap karyawan harus memakai sebagian waktu kerja mereka untuk membuat project mereka sendiri, untuk membuat apapun yang mereka mau!

Dengan membiarkan mereka memilih apa yang ingin mereka lakukan, Google membangkitkan motivasi internal dalam diri karyawannya.

Beberapa keuntungan bekerja dan berkarya dengan motivasi internal:

- Lebih happy, karena kita menikmati prosesnya, bukan hanya tujuan akhirnya.
- Lebih mandiri, karena kita tidak tergantung pada orang lain untuk terus mendorong kita.
- Lebih kreatif, karena kita siap melakukan lebih dari yang dibutuhkan.
- Lebih tahan lama, karena kita memang suka melakukannya.
- Lebih sukses, karena kita melakukannya sepenuh hati.

Kerugian motivasi internal sebenarnya hampir tidak ada. Namun memunculkan motivasi internal memang tidak mudah, dan cenderung lebih tricky dibandingkan motivasi eksternal.

Beberapa Cara Memunculkan Motivasi Internal

Untuk memunculkan motivasi internal kita, kita harus melibatkan beberapa elemen dalam diri kita. Bayangkan sebuah game. Kenapa game, aktivitas permainan, dan vid2. eo game bisa membangkitkan motivasi internal kita?

Elemen- elemen yang sama itulah yang akan Anda lakukan, atau Anda gunakan pada diri Anda, untuk memunculkan motivasi internal Anda.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membangkitkan motivasi internal Anda, atau karyawan dan tim Anda.

1. Pilihlah profesi, aktivitas, pekerjaan, atau bidang usaha yang memang sesuai Passion. Tempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat dengan minatnya.

2. Beri sensasi Autonomy. Artinya, Anda, atau anggota tim Anda harus memiliki rasa dan sensasi ‘pilihan’. Memiliki perasaan kebebasan untuk memilih, dan menentukan sendiri beberapa elemen dalam aktivitas rutin.

3. Berikan ‘tantangan yang seimbang- lebih- sedikit’, dari kemampuan. Artinya, jangan berikan tantangan yang terlalu jauh yang akan membuat Anda menyerah sejak awal, tapi juga jangan terlalu mudah dibandingkan kemampuan Anda.

4. Bangun aktivitas Anda ini memiliki hubungan dan sensasi sosial dengan orang lain.

5. Buat dan bangun cara untuk bisa segera mendapatkan feedback segera. Agar Anda bisa melihat atau mengukur hasil segera, dan membuat Anda merasakan sensasi pencapaiannya.

Itulah rahasia bagaimana maestro- maestro dunia bisa meraih kesuksesan, dan happy dalam melakukannya. Dengan menggunakan motivasi internal mereka!

Tunggulah ebook gratis saya, di mana saya akan membahas topik ini lebih jauh lagi dengan trik lebih banyak lagi dalam beberapa bulan ke depan, di situs ini.

Sementara itu, selamat berkarya lebih happy dan sukses dengan motivasi internal Anda!

EditorErlangga Djumena
Komentar