Pasca-Pilkada Serentak, Bagaimana Minat Investor ke Indonesia? - Kompas.com

Pasca-Pilkada Serentak, Bagaimana Minat Investor ke Indonesia?

Yoga Sukmana
Kompas.com - 17/02/2017, 14:52 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua Umum Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B Sukamdani dalam acara diskusi di Jakarta,

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) menilai suhu politik mulai mereda pasca pilkada serentak. Kondisi aman dan kondusif dipastikan akan membuat minat investasi pengusaha terjaga.

"Kondisinya sudah lebih baik. Investor pun bisa melihat jangka panjang dan tidak akan mengurangi minat investasi," ujar Ketua Apindo Haryadi Sukamdani kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (16/2/2017).

Bahkan, ia meyakini tingkat kepercayaan investor akan meningkat lantaran pelaksanaan pilkada serentak berjalan aman dan kondusif.

Apalagi, lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investors Service, sudah memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif.

Apindo mengakui para pengusaha sempat was-was melihat situasi dan kondisi politik yang memanas sebelum pilkada serentak.

Aksi demonstrasi besar-besaran dan munculnya isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) manjadi penyebabnya. Akibatnya, sebagian pengusaha membatalkan rencana membawa pulang dana dari luar negeri (repatriasi) melalui program tax amnesty.

Padahal sebelumnya sebagain pengusaha tersebut sudah berkomitmen untuk merepatriasi dananya ke Indonesia.

"Kami yakin kondisinya akan lebih baik hingga putaran kedua nanti," kata Haryadi.

Pemilihan kepala daerah berlangsung secara serentak di 101 daerah, meliputi tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi itu yakni Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan, situasi keamanan di 101 wilayah yang menyelenggarakan pilkada kondusif. Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memberikan apresiasi lantaran penyelenggaraan pilkada berlangsung lancar dan aman.

PenulisYoga Sukmana
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X