Kemenperin Anggarkan Pengembangan SDM Industri Sebesar Rp 941 Miliar - Kompas.com

Kemenperin Anggarkan Pengembangan SDM Industri Sebesar Rp 941 Miliar

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 20/03/2017, 22:00 WIB
Pramdia Arhando Julianto Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat berbincang dengan awak media terkait perkembangan industri nasional di Ruang Kerjanya, Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (8/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan perhatian lebih pada pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri.

Hal ini dibuktikan pada alokasi anggaran 2017 untuk program tersebut yang mencapai Rp 941,6 miliar atau terbesar dari kegiatan prioritas lainnya.

“Pada 2017 ini, kami tetap fokus menjalankan program pengembangan tenaga kerja industri yang kompeten melalui pendidikan vokasi,” ujar Menteri Perindustrian ( Menperin) Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Senin (20/3/2017).

Anggaran Kemenperin 2017 juga dialokasikan pada peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenperin sekitar Rp 10 miliar, penumbuhan dan pengembangan untuk industri berbasis agro sebesar Rp 181 miliar.

Selain itu, untuk industri kimia tekstil dan aneka (IKTA) Rp 125 miliar, untuk industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) Rp 130 miliar, serta untuk industri kecil dan menengah (IKM) Rp 307 miliar.

Kemudian, anggaran untuk pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemenperin sekitar Rp 40 miliar, pengembangan teknologi dan kebijakan industri Rp 552 miliar, percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri Rp 490 miliar, serta peningkatan ketahanan dan pengembangan akses industri internasional Rp 47 miliar.

Namun, menurut Menperin, alokasi anggaran tahun 2017 untuk pengembangan SDM industri dinilai belum mencukupi sehingga akan menghambat implementasinya.

“Maka diperlukan realokasi anggaran, yang kami usulkan untuk pengembangan SDM industri sebesar Rp 131,5 miliar sehingga menjadi Rp 1,07 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut untuk mencapai target satu juta tenaga kerja kompeten hingga tahun 2019 sesuai kebutuhan dunia industri.

(Baca: Kementerian Perindustrian Fokus Kembangkan Pendidikan Vokasi Industri)

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika
Komentar