2.500 Desa Akan Menikmati Listrik Berteknologi Panel Surya - Kompas.com

2.500 Desa Akan Menikmati Listrik Berteknologi Panel Surya

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 11/04/2017, 12:57 WIB
KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemasangan panel surya (solar panel) untuk daerah terpencil.

Dalam Perpres itu disebutkan, pemerintah akan mengaliri listrik berteknologi panel surya untuk 2.500 desa terpencil di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemasangan panel surya ini merupakan tindak lanjut pemerintah atas pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan golongan 900 volt ampere (VA).

"Presiden telah menandatangani Perpres untuk memasang solar panel setidaknya untuk 2.500 desa yang tidak terjangkau listrik saat ini," kata Jonan di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Anggaran subsidi tersebut lantas dialihkan untuk pemasangan panel surya di tempat terpencil yang belum terjangkau listrik.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini masih ada 10.000 desa atau 15 juta masyarakat di Tanah Air yang belum menikmati listrik dengan layak. Oleh karena itu, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini ingin agar program mengaliri listrik untuk desa-desa tersebut harus terealisasi.

"Setidaknya, pada 2019 atau 2020 sebanyak 2.500 desa sudah harus terang. This is the goal," pungkasnya.

Sekadar informasi, pemerintah akan memberikan panel surya pada 2.500 desa terpencil dan terluar di Indonesia. Nantinya, setiap dua rumah tangga akan mendapatkan satu panel surya yang bisa digunakan bersama-sama.

Pemasangan panel surya ini diharapkan akan membantu target tambahan daya listrik sebesar 20.000 megawatt (MW) pada 2019.

PenulisIwan Supriyatna
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM