Pameran Tekstil Indo Intertex 2017 Targetkan 10.000 Pengunjung - Kompas.com

Pameran Tekstil Indo Intertex 2017 Targetkan 10.000 Pengunjung

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 12/04/2017, 14:11 WIB
KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Konferensi pers pelaksanaan pameran Indo Intertex 2017 di Kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) bertaraf internasional yakni Indo Intertex-lnatex-lndotexprint 2017 akan segera di lakasanakan di Jakarta International Expo (JlExpo) Kemayoran, Jakarta pada 19 April hingga 21 April 2017.

Pada penyelenggaraan ke-15 pada tahun ini, pameran akan diikuti oleh lebih dari 450 peserta dari 24 negara dan menargetkan akan dikunjungi oleh 9.000-10.000 pengunjung baik kalangan profesional maupun pengusaha lTPT baik domestik maupun internasional.

Project Director Peraga Expo Paul Kingsen, selaku penyelenggara pameran mengatakan, pameran tersebut mencakup permesinan dan peralatan beserta aksesori suku cadang untuk industri tekstil dan garmen.

“Untuk mewujudkan perkembangan bisnis yang berkelanjutan di pasar dunia dalam jangka panjang, lndonesia harus meningkatkan sektor industri tekstil yang berorientasi ekspor dan readymade garment (RMG) serta menawarkan harga yang lebih kompetitif," ujar Paul di Kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Menurut Paul, selain untuk mengembangkan ITPT dalam negeri, pameran Indo Intertex juga dapat menjadi sarana meningkatkan kulitas mesin produksi industri tekstil nasional yang tengah mengalami stagnasi sejak tahun 2015 hingga 2016.

"Ini penting juga bagi industri garmen di lndonesia untuk meng-upgrade mesin dan peralatan mereka agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara efektif,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih berlangsung stagnan pada tahun 2015 dan 2016.

"Bahkan, produksi industri TPT sempat mengalami penurunan sebesar 7,12 persen pada semester satu tahun 2016. Namun, Asosiasi Pertekstilan Indonesia optimis pertumbuhan industri tekstil tahun ini kembali menggeliat, seiring dengan persiapan pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang dimulai pada 2018 mendatang," paparnya.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang tahun 2016 nilai investasi TPT mencapai Rp 7,54 triliun. Industri ini mampu menghasilkan devisa sebesar 11,87 miliar dollar AS dan mampu menyerap sebanyak 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM