Pemerintah Akan Dapat "Kue" dari Pengelolaan Blok East Natuna - Kompas.com

Pemerintah Akan Dapat "Kue" dari Pengelolaan Blok East Natuna

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 20/04/2017, 21:35 WIB
Achmad Fauzi/Kompas.com Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, forum pengembangan Migas kawasan Natuna di Crown Plaza, Selasa (6/12/2016).?

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah akan mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan blok East Natuna.

"Selama ini masih ada beberapa perdebatan dari sisi kontraknya, insya allah dalam waktu dekat bisa diselesaikan," kata Arcandra Tahar di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Terkait dengan akan adanya skema bagi hasil, pemerintah pun telah berbicara dengan konsorsium Blok East Natuna yang terdiri dari PT Pertamina (Persero), Exxonmobil, Total E&P Indonesie dan PTT Thailand.

"Semoga dalam beberapa bulan ini bisa terselesaikan. Kita harapkan semoga dalam sebulan, dua bulan," tutur Arcandra Tahar.

Pertamina dalam hal ini, memiliki hak partisipasi sebesar 35 persen, ExxonMobil sebesar 35 persen, Total E&P Indonesie sebesar 15 persen, dan PTT Thailand sebesar 15 persen.

Blok East Natuna memang harus dikembangkan karena masih memiliki potensi cadangan yang masih besar yakni 46 triliun kaki kubik feet (trilion cubic feet/TCF). Akan tetapi sebagian besar atau  72 persen dari potensi cadangan total gas masih berupa karbondioksida (CO2). 

PenulisIwan Supriyatna
EditorM Fajar Marta
Komentar