Kasus Cak Budi Tak Libatkan Kitabisa.com, Netizen Diharap Tetap Mau Berbagi lewat "Crowd Funding" - Kompas.com

Kasus Cak Budi Tak Libatkan Kitabisa.com, Netizen Diharap Tetap Mau Berbagi lewat "Crowd Funding"

Kompas.com - 05/05/2017, 21:15 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa (kedua dari kiri) dan Cak Budi alias Budi Utomo (baju hitam, sebelah kanan Khofifah), dan Direktur Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kemensos RI Mira Riyati Kurniasih (ujung kanan) dalam konpres di Kemensos RI. Kamis (4/5/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa telah memastikan dana yang sempat digunakan Cak Budi membeli Fortuner dan iPhone 7 bukan berasal dari Kitabisa.com.

Terkait dengan itu, CEO Kitabisa.com Alfatih Timur mengajak netizen untuk tidak surut berbagi kebaikan.

“Kitabisa.com sudah digunakan oleh ribuan penggalang dana, di antaranya pembangunan masjid di Jepang oleh Diaspora Indonesia, galang dana banjir Garut oleh Pak Ridwan Kamil hingga pengumpulan zakat oleh Baznas. Mereka adalah pengguna Kitabisa.com yang sangat kredibel,” kata Alfatih Timur, Jumat (5/5/2017).

Website Kitabisa.com dilengkapi dengan sejumlah fitur yang membuat penggalangan dana bisa lebih transparan ketimbang menggunakan rekening pribadi.

“Di Kitabisa.com ada fitur update sehingga setiap laporan akan terkirim ke semua email donatur, dan list donaturnya terlihat secara realtime,” ungkapnya.

Sebelumnya Khofifah menyebut bahwa penyalahgunaan uang donasi yang terjadi pada kasus Cak Budi karena donasi ditransfer langsung ke rekening pribadi Cak Budi.

Lantaran tidak adanya kontrol, transparansi dan pengawasan publik, akhirnya dana tersebut digunakan untuk membeli mobil Fortuner dan HP iPhone.

"Jadi dana yang digunakan untuk membeli Fortuner dan iPhone bukan berasal dari Donasi kitabisa.com melainkan menggunakan donasi yang langsung ke rekening pribadi milik Cak Budi dan Istri," ungkap Khofifah.

Khofifah menambahkan, dengan kejadian ini Ia berharap semangat kepedulian sosial masyarakat tetap tumbuh dan tidak luntur. Mengingat, upaya penanggulangan kemiskinan dan layanan kesejahteraan sosial membutuhkan kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar