Di AS, Menteri Susi Dianugerahi Peter Benchley Ocean Awards. - Kompas.com

Di AS, Menteri Susi Dianugerahi Peter Benchley Ocean Awards.

Yoga Sukmana
Kompas.com - 12/05/2017, 18:07 WIB
Dok KKP Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima penghargaan maritim tertinggi dunia yakni Peter Benchley Ocean Awards atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut di Indonesia pada Kamis malam (11/5) di Smithsonian, Washington DC

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah tekanan sejumlah pihak soal isu pelarangan cantrang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti justru meraih penghargaan internasional.

Tidak tangung-tangung, kali ini penghargaan yang diberikan kepada menteri nyentrik berusia 52 tahun adalah Peter Benchley Ocean Awards.

Peter Benchley Ocean Awards kerap disebut-sebut sebagai penghargaan maritim tertinggi di dunia. Penghargaan ini diberikan atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut.

Menariknya, penghargaan itu juga unik. Sebab, penerima penghargaan tidak selalu berasal dari tokoh kebijakan publik.

Masyakarat umum yang berperan terhadap penyelamatan laut juga bisa dianugerahi penghargaan itu.

Tak heran, penerima penghargaan ini sebelumnya bervariasi mulai dari presiden, menteri, aktivis, penyelam, hingga sutradara film.

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Apalagi secara parameter ekonomi kan juga sangat luar biasa. Jadi kita melihat bahwa perang melawan illegal fishing ini adalah perang yang menguntungkan. Tidak ada perang yang menguntungkan selain perang melawan illegal fishing," ujar Menteri Susi dalam sambutannya di Smithsonian, Washington DC, seperti dikutip Kompas.com, Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Penghargaan itu tidak terlepas dari kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menerapkan berbagai kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang meliputi pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Beberapa di antaranya, kebijakan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal, kebijakan yang melarang penangkapan lobster/kepiting dan rajungan ukuran tertentu, kebijakan yang melarang penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, dan lainnya.

Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai telah berhasil memulihkan kondisi perikanan Indonesia menjadi lebih baik.

Menteri Susi juga menuturkan, beberapa kebijakan yang diterbitkan telah ditelaah secara mendalam dan perhitungan secara matang.

“Kebijakan itu dibuat bukan tanpa pemikiran mendalam dan target. Buktinya hasil yang dicapai memang luar biasa," tambahnya.

Meski sempat terjadi beberapa tekanan saat memutuskan sebuah kebijakan, namun Menteri Susi mengaku tetap tegas dan konsisten untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

“Kadang mungkin harus ada compromising, tapi itu yang tidak boleh dilakukan. Hanya kadang-kadang tekanan mengharuskan orang untuk berkompromi. Tapi saya berharap ini tidak akan pernah terjadi. Pak Jokowi sangat mengerti bahwa policy ini sangat baik,” paparnya.

 

 

PenulisYoga Sukmana
EditorM Fajar Marta
Komentar