Kebijakan Trump Ganggu 350 Penerbangan di Eropa - Kompas.com

Kebijakan Trump Ganggu 350 Penerbangan di Eropa

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 15/05/2017, 06:58 WIB
Twitter/Daily Express Sebuah pesawat komersial British Airways mendarat darurat di Vancouver, Kanada, Selasa (25/10/2016) malam WIB. Sebanyak 25 penumpang dan kru pesawat dirawat di rumah sakit kota itu.

LONDON, KOMPAS.com - Kebijakan larangan membawa laptop ke dalam kabin pesawat yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi penerbangan menuju AS ternyata berdampak besar bagi ratusan penerbangan dari Eropa ke AS.

Dalam sehari, ada 350 penerbangan dari seluruh kawasan Eropa menuju AS. Rute penerbangan itu adalah koridor lalu lintas udara tersibuk di dunia.

Larangan membawa perangkat elektronik berukuran lebih besar dari ponsel ke dalam kabin pesawat dinilai dapat mengganggu industri penerbangan global dan pariwisata AS sendiri.

Mengutip CNN Money, Senin (15/5/2017), rincian mengenai potensi ekspansi larangan membawa perangkat elektronik tersebut memang belum jelas. Akan tetapi, industri penerbangan dan pariwisata sudah bersiap untuk hal terburuk.

Menurut James Stamp, kepala divisi penerbangan global di KPMG, bisnis dan pariwisata mewah diprediksi akan terdampak paling besar karena larangan membawa laptop ke dalam kabin. Dampak ini bisa dihindari kalau maskapai penerbangan bisa menemukan solusinya.

"Pasar kawasan Atlantik Utara sangat kompetitif namun sangat menguntungkan juga karena hubungannya dengan pusat-pusat keuangan penting di Eropa dan New York," ujar Stamp.

AS memperkenalkan aturan yang mewajibkan seluruh perangkat elektronik yang ukurannya lebih besar dari ponsel untuk dibawa di bagasi bagi penerbangan dari 10 bandara di Timur Tengah dan Afrika.

Aturan ini diperkenalkan pada Maret 2017 lalu. Artinya, laptop dilarang dibawa ke dalam kabin dan aturan ini dipandang mengganggu bagi penumpang yang terbang untuk keperluan bisnis.

Bagi maskapai penerbangan, kecemasannya adalah pemesanan tiket bisa menurun tajam. Maskapai penerbangan Emirates, misalnya, menyatakan pada bulan lalu bahwa penerbangan ke AS telah dipangkas karena lemahnya permintaan.

Emirates terdampak langsung larangan membawa perangkat elektronik ke dalam kabin tersebut.

Memperluas larangan tersebut ke Maskapai penerbangan AS membuat maskapai seperti Delta Air Lines, United Airlines, dan American Airlines akan paling menderita, termasuk British Airways.

Keempat maskapai tersebut menguasai hampir 60 persen penerbangan nonstop dari Eropa ke AS.

Industri pariwisata AS juga akan terpukul, karena AS menyambut lebih dari 14,5 juta pelancong dari Eropa tiap tahun atau sekitar 40 persen dari jumlah wisatawan asing yang datang ke AS.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah meminta Trump untuk mencari alternatif atas larangan membawa laptop yang diperluas hingga ke Eropa. Menurut IATA, memperluas larangan tersebut ke Eropa bukan hal yang benar.

"Respon Kanada, Uni Eropa, dan Australia terhadap kebijakan intelijen yang sama menunjukkan bahwa larangan membawa perangkat elektronik ke dalam kabin bukan satu-satunya jalan. Kami yakin bahwa ini tidak akan berkesinambungan dalam jangka panjang," ungkap CEO IATA Alexandre de Juniac.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
SumberCNN Money
Komentar