Ini Jumlah Saldo Rekening Nasabah yang Harus Dilaporkan ke Ditjen Pajak - Kompas.com

Ini Jumlah Saldo Rekening Nasabah yang Harus Dilaporkan ke Ditjen Pajak

Yoga Sukmana
Kompas.com - 18/05/2017, 22:23 WIB
KOMPAS.com / DANI PRABOWO Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomer 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Salah satu isinya yakni adanya kewajiban Bank melaporkan saldo rekening nasabahnya kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.  Namun ketentuan ini hanya berlaku bagi nasabah yang memiliki saldo rekening 250.000 dollar AS atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300).

"Batas saldo yang wajib dilaporkan secara otomatis adalah 250.000 dollar AS," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

(Baca Ada Pasal Kebal Hukum di Perppu 1/2017, Apa Kata Sri Mulyani?)

Menurut Sri Mulyani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional. Hal itu adalah konsekuensi yang harus dipatuhi pemerintah lantaran ingin bergabung kebijakan pertukaran otomatis data informasi keuangan internasional atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Jadi, kata Sri Mulyani, nasabah yang memiliki saldo di atas Rp 3,3 miliar, akan menjadi subyek otomatis kebijakan pertukaran data informasi keuangan internasional.

"Jadi saya tekankan karena ini AEoI maka compliance kita harus setara dengan negara lain," kata Ani.

Saat ini, setidaknya ada 100 negara yang sudah berkomitmen ikut AEoI. Sekitar 50 negara akan menerapkan kebijakan itu pada tahun ini, sementara sisanya bergabung pada 2018.

Melalui kebijakan ini, maka akses informasi keuangan bisa dipertukarkan secara otomatis bagi para negara anggotanya.

Kompas TV Program amnesti pajak yang bergulir sejak 1 Juli 2016 lalu resmi berakhir Jumat (31/3).

PenulisYoga Sukmana
EditorM Fajar Marta
Komentar