Jangan Terkecoh Promo Umrah Murah... - Kompas.com

Jangan Terkecoh Promo Umrah Murah...

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 20/05/2017, 08:24 WIB
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA Ilustrasi umrah: Rombongan umrah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/2/2015), membatalkan perjalanannya dengan maskapai Lion Air dengan jadwal penerbangan jam 15.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya promo perjalanan umrah dengan biaya murah dari travel membuat warga berlomba-lomba mendapatkannya. Hanya saja, niat dan keinginan calon jamaah untuk beribadah ke tanah suci belum dapat diwujudkan.

Masalahnya, travel yang memberi promo ini justru tak memberi kepastian keberangkatan calon jamaah untuk umrah.

Di sisi lain, tak sedikit calon jamaah yang telah membayar perjalanan umrah kepada travel. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengimbau warga untuk tidak mudah terbuai dengan promo perjalanan umrah dengan biaya murah.

"YLKI mengimbau calon jamaah untuk tidak terjebak dan tergiur dengan iming-iming umrah dengan biaya murah, yang angkanya tidak rasional. Misalnya di bawah Rp 10 juta atau malah dengan mencicil sehari Rp 50.000," kata Tulus, di kantornya di kawasan Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Menurut dia, perjalanan umrah selama sekitar 2 minggu tidak rasional jika harganya dibawah Rp 10 juta. Pasalnya, jamaah umrah minimal harus menginap di hotel bintang tiga.

Travel tidak boleh menjadikan jamaah sebagai jamaah backpacker. Saat ini, kata dia, banyak travel yang menjadikan jamaahnya seperti backpacker.

"Sehingga mereka ketika di Arab Saudi, barang ditempatkan dalam satu ruangan di apartemen, dan mereka disuruh banyak tidur di masjid. Mungkin maksudnya agar jamaah lebih banyak ibadah, tapi nanti banyak orang tidur di masjid dan itu orang Indonesia, konyol," kata Tulus.

Ia meminta calon jamaah membaca kontrak di dalam brosur. Hal itu dapat membuat warga menentukan pilihan terhadap travel perjalanan umrah. Selain itu, dia mengungkapkan, banyak promosi menjebak oleh travel yang menawarkan umrah murah.

Contohnya seperti jadwal pemberangkatan umrah yang bisa berubah hingga 5 kali dengan pemberitahuan last minute atau H-1.

"Ini sangat menjebak konsumen, apalagi kalau calon jamaah ini seorang pekerja yang terjebak cuti. Bagaimana bisa perjalanan umrah baru diberitahu H-1, ini pengelabuan terhadap konsumen," kata Tulus.

Kompas TV Direktorat Jendral Imigrasi Indonesia telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi termasuk Polri, KPK, dan interpol, untuk mencari Rizieq Shihab.

 

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorAprillia Ika

Komentar