Belanja Konsumen di Inggris Turun untuk Pertama Kali Dalam 4 Tahun - Kompas.com

Belanja Konsumen di Inggris Turun untuk Pertama Kali Dalam 4 Tahun

Aprillia Ika
Kompas.com - 12/06/2017, 08:00 WIB
AFP Warga kota London membludak menunggu bus di dekat stasiun kereta api Victoria sebagai imbas pemogokan para masinis kereta api bawah tanah, Kamis (9/7/2015).

KOMPAS.com - Pembelanjaan konsumen di Inggris turun untuk kali pertama dalam empat tahun, menurut riset pembelanjaan kartu kredit oleh Visa. hal ini mencerminkan rumah tangga di Inggris mulai khawatir pada dampak pemilu pekan lalu pada perekonomian negara tersebut.

Pembelanjaan konsumen Inggris per Mei turun 0,8 persen dibanding bulan yang sama di 2016 ditambah dengan inflasi. Penurunan ini jika disetahunkan merupakan penurunan sehak September 2013, ujar Visa.

Sementara itu, Visa juga melaporkan penurunan penjualan sebesar 1,9 persen di Mei.

"Indeks kami secara gamblang menunjukkan kenaikan harga dan turunnya upah, kebanyakan warga mulai merasakan beratnya beban hidup," ujar Kevin Jenkins, managing director Visa kepada Reuters.

Pembelanjaan pada sektor transportasi dan pakaian merupakan kategori pembelanjaan yang paling mengalami penurunan.

"Masa depan pembelanjaan konsumen masih kabur. Dengan rumah tangga mengalami kenaikan biaya hidup dan tiadanya kenaikan gaji," tambah Annabel Fiddes, ekonom IHS Markit, yang melengkapi data Visa.

"Penahanan belanja konsumen di Inggris tampaknya akan semakin memburuk seiring estimasi Bank of england pada kenaikan harga-harga produk konsumen di Juni," lanjutnya.

Perekonomian Inggris terus mengindikasikan stagnasi, sementara kekalahan PM Theresa May di pemilu Inggris pekan lalu membuat indeks kepercayaan bisnis dan konsumen turun.

May kini berencana untuk memimpin minoritas di parlemen dengan dukungan partai dari utara Irlandia. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana Inggris akan melanjutkan rencananya untuk melepaskan diri dari Uni Eropa ( Brexit) dan apakah akan ada pemilu terkait Brexit lainnya.

Mata uang Inggris Poundsterling terkena dampak pemilu Inggris. Pada tahun lalu, poundsterling juga jatuh akibat Brexit. Hal ini menyebabkan warga Inggris harus menikmati tingginya inflasi, yang akan menjadi inflasi terkuat sejak September 2013.

Penjualan ritel di Inggris di kuartal I 2017 tergerus paling dalam sejak 2010. Data yang dipaparkan di Jumat waktu setempat menunjukkan bahwa produksi industri dalam negeri Inggris dan konstruksi melemah di April.

Secara umum, perekonomian Inggris melemah dan paling lemah di antara tujuh negara terkaya di dunia pada kuartal I 2017.

(Baca: Hasil Sementara Pemilu Inggris Mengejutkan, Poundsterling Terpuruk)

Kompas TV Inggris Gelar Pemilu untuk Tunjuk Perdana Menteri Baru

PenulisAprillia Ika
EditorAprillia Ika
SumberReuters
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM