Luhut Tantang Debat Pihak-pihak yang Kritisi Utang Indonesia - Kompas.com

Luhut Tantang Debat Pihak-pihak yang Kritisi Utang Indonesia

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 16/07/2017, 16:30 WIB
Rapat koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai diversifikasi di Kalimantan, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/7/2017). Rakor ini diikuti oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Rapat koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai diversifikasi di Kalimantan, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/7/2017). Rakor ini diikuti oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menantang pihak-pihak yang mengkritisi utang Indonesia untuk bertemu dengannya.

Menurut Luhut, utang pemerintah yang mencapai lebih dari Rp 3.600 triliun, tidak perlu dipersoalkan selama  digunakan untuk kegiatan produktif.

"Saya lapor sama Pak Gubernur BI, rasio utang kita masih sangat baik dibandingkan dengan negara lain. Kalau mau tahu detailnya, orang-orang yang enggak paham bisa datang ke kami," kata Luhut, saat berbicara dalam rapat koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk diversifikasi Kalimantan, di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/7/2017).

Mantan Menko Polhukam itu menjelaskan pemerintah berutang untuk membangun infrastruktur yang nilainya mencapai 450 miliar dolar AS. Sebab, APBN hanya mampu menyediakan 120 miliar dolar AS.

"Karena saya tentara, jadi dianggap kurang paham ekonomi. Biarpun saya enggak sekolah ekonomi, boleh juga kok kalau saya diajak berbincang-bincang dengan yang merasa dirinya pintar," kata Luhut dengan nada suara meninggi.

"Jadi saya mempertanggungjawabkan jabatan saya bahwa kami melakukan pekerjaan dengan proper dan sesuai data yang ada," kata Luhut. Tercatat, utang pemerintah hingga akhir April 2017 sebesar Rp 3.667 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi utang Indonesia belum pada taraf yang membahayakan. Menurut Darmin, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih di bawah 30 persen. Sementara itu, sejumlah negara justru memiliki rasio utang terhadap PDB mencapai 100-200 persen.

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X