Kuartal III 2017, Laju Penyaluran Kredit Diprediksi Makin Cepat - Kompas.com

Kuartal III 2017, Laju Penyaluran Kredit Diprediksi Makin Cepat

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 17/07/2017, 17:20 WIB
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) dalam Survei Perbankan menyatakan, pertumbuhan kredit baru pada kuartal III 2017 diperkirakan lebih kuat. Ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru yang meningkat dari 84,8 persen pada kuartal II 2017 menjadi 99,3 persen pada kuartal III 2017.

Mengutip data bank sentral, Senin (17/7/2017), prioritas penyaluran kredit baru pada kuartal III 2017 terjadi secara berurutan pada Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK). Adapun prioritas berdasarkan sektor ekonomi bergeser dari industri dan pengolahan menjadi perdagangan besar dan perdagangan eceran.

"Kebijakan penyaluran kredit perbankan diprediksi lebih longgar pada kuartal III 2017," kata BI.

(Baca: BI: Kuartal II 2017, Pertumbuhan Kredit Meningkat)

Bank sentral memandang, perkiraan kondisi ekonomi pada kuartal III 2017 yang lebih baik dan meningkatnya likuiditas mendorong perbankan meningkatkan plafon kredit. Selain itu, perbankan juga cenderung akan menurunkan biaya premi kredit berisiko pada kuartal III 2017.

Terkait suku bunga, seiring dengan stabilnya suku bunga dana dalam rupiah, rata-rata suku bunga KMK pada kuartal III 2017 diperkirakan bakal stabil pada level 11,95 persen. Adapun rata-rata suku bunga KI diprediksi stabil pada level 12,4 persen.

Sementara itu, rata-rata suku bunga KK diperkirakan bakal turun sebesar 4 basis poin. Pada kuartal III 2017, suku bunga KK diproyeksikan mencapai 14,74 persen.

Untuk jenis KK, penurunan suku bunga kredit tertinggi pada kuartal III 2017 diperkirakan terjadi pada kredit multiguna, yakni sebesar 37 basis poin.

Adapun suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) diprediksi turun 10 basis poin.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X