Agar Tak Sepi, Pusat Perbelanjaan Diminta Lakukan Inovasi - Kompas.com

Agar Tak Sepi, Pusat Perbelanjaan Diminta Lakukan Inovasi

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 17/07/2017, 22:19 WIB
Aktivitas perdagangan pusat perbelanjaan di Plaza Elektronik, Glodok, Jakarta barat, Rabu (14/7/2017). Meskipun perdagangan berjalan normal, kian hari pasar ini semakin sepi pembeli. Bahkan beberapa kios sudah beralih fungsi menjadi gudang untuk menyimpan dagangan.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Aktivitas perdagangan pusat perbelanjaan di Plaza Elektronik, Glodok, Jakarta barat, Rabu (14/7/2017). Meskipun perdagangan berjalan normal, kian hari pasar ini semakin sepi pembeli. Bahkan beberapa kios sudah beralih fungsi menjadi gudang untuk menyimpan dagangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penurunan daya beli masyarakat mulai meresahkan pelaku usaha di pusat-pusat perbelanjaan utamanya di Jakarta.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, pihaknya telah menerima beberapa laporan terkait penurunan daya beli masyarakat dari pelaku usaha maupun pengelola pusat perbelanjaan.

Mendag kemudian minta kepada pengelola pusat perbelanjaan untuk melakukan inovasi agar mampu menjadi daya tarik pengunjung. Salah satunya melakukan inovasi pada tata letak tenant usaha.

"Dulu pernah ada pusat belanja yang ramai terus turun. Siklus akan seperti itu jika tidak ada inovasi. Pusat belanja Indonesia sekarang harus ada perubahan mengenai mix-nya, misal perpaduan antara foodcourt dan sinema, bagaimana mix yang dilakukan," jelas Mendag Enggartiasto di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Mendag mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi maupun analisa terkait adanya laporan penurunan daya beli masyarakat, sebab, lanjut Mendag, penurunan daya beli tidak bisa dinilai secara keseluruhan.

"Kami tidak bisa mengatakan secara keseluruhan jenis tertentu atau semua jenis itu menurun, ada beberapa yang tetap baik penjualannya," ungkapnya.

Menurut Mendag, saat ini pola belanja dari masyarakat juga sudah mulai berubah dengan membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan.

"Jangan dipaksakan (konsumtif) karena konsumen sudah cerdas. Yang bisa dilakukan pemerintah adalah memperbaiki daya beli, seperti nanti akan ada gaji ke-13 (Pegawai Negeri Sipil) dan selesainya pengeluaran keluarga yang besar-besar karena uang sekolah," kata Mendag.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan menegaskan, saat ini para pelaku usaha maupun pengelola pusat perbelanjaan juga harus jeli dalam melihat pola konsumsi masyarakat.

Menurutnya, saat ini masyarakat berkunjung ke pusat perbelanjaan tidak hanya sekedar berbelanja tetapi juga melalukan kegiatan lainnya.

Dengan itu, para pelaku industri ritel yang bergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) akan menggelar Hari Belanja Diskon Indonesia (HBD Indonesia).

Acara tersebut akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2017 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, hingga 20 Agustus 2017 di Gambir Expo, JIExpo Kemayoran Jakarta.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X