Ketua DPR: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Baik - Kompas.com

Ketua DPR: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Baik

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 10/08/2017, 08:55 WIB
Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Setya Novanto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen.

"Data IMF menunjukan, posisi Indonesia jauh berada di atas pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,5 persen. Indonesia berada di posisi tiga besar di kelompok negara G-20," kata Novanto melalui keterangan tertulis, Rabu (9/8/2017).

Menurut dia, itu menunjukan tren positif di tengah situasi perekonomian global yang masih tak menentu dan menandakan pondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan tetap kokoh.

Karena itu, lanjut dia, tak heran jika lembaga pemeringkat kredit Standard and Poor (S&P) menaikan peringkat kredit Indonesia menjadi Investment Grade.

Moody's Investors Service dan Fitch Ratings juga memberikan penilaian positif terhadap penilaian kredit Indonesia.

(Baca: Pemerintah Akui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2017 Tak Sesuai Harapan)

 

Novanto menambahkan, walaupun konsumsi rumah tangga hanya tumbuh menjadi 4,94 persen, tak berarti menjadi pertanda buruk.  Sebab, Bank Indonesia justru melaporkan, tabungan nasabah naik Rp 60,4 triliun.

"Artinya, kebijakan fiskal perekonomian tahun 2017 secara keseluruhan cukup baik. Pemerintah masih bisa menjaga pendapatan masyarakat," tutur Novanto.

Ia menyatakan, DPR mendukung pemerintahan Jokowi - JK untuk terus melanjutkan reformasi dalam memperbaiki iklim bisnis, menumbuhkan investasi, serta meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat.

Jika diperlukan, pemerintah menurut dia bisa mengeluarkan paket kebijakan ekonomi seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Setidaknya sudah 15 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan.

Karena itu, ia mengimbau kalangan dunia usaha agar tidak melakukan pengurangan tenaga kerja yang akan berefek pada penurunan daya beli masyarakat.

Ia juga mendorong agar dana desa yang mencapai Rp 60 triliun bisa segera disalurkan ke sekitar 75.000 desa.

"Melalui penggunaan yang tepat dan cermat, diawasi seluruh kalangan masyarakat di desa, saya yakin dana ini akan mampu menggerakan roda perekonomian desa. Pada akhirnya akan bisa meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat," papar Novanto.

Kompas TV Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Harapan

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorAprillia Ika
Komentar