Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM Lampung Diresmikan - Kompas.com

Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM Lampung Diresmikan

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 10/08/2017, 10:00 WIB
Konfrensi Pers Deputi bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop UKM, Yuana Sutyowati terkait program wirausaha pemula dan penanganan koperasi dan umkm terdampak bencana di kantornya, Jakarta, Rabu (18/1/2017).Pramdia Arhando Julianto Konfrensi Pers Deputi bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop UKM, Yuana Sutyowati terkait program wirausaha pemula dan penanganan koperasi dan umkm terdampak bencana di kantornya, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM meresmikan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (KUMKM) Provinsi Lampung, bersamaan dengan peluncuran Kampung UMKM Digital Kota Bandar Lampung.

"PLUT Lampung ini masuk dalam unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Selain itu Kampung digital ini menjadi sangat penting untuk pelaku usaha KUMKM di kota Bandar Lampung," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati melalui keterangan resmi, Rabu (9/8/2017).

Yuana mengatakan, PLUT KUMKM berperan untuk memberikan layanan pendampingan KUMKM di bidang kelembagaan, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, produksi, pemasaran atau kemitraan usaha dan hingga akses kepada teknologi informasi.

PLUT KUMKM sebagai klinik bisnis yang berada dibawah koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota, diharapkan dapat berperan dalam pendampingan KUMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing KUMKM di pasar lokal maupun global.

(Baca: Notasi Demokrasi Ekonomi ala Koperasi)

 

Pembangun gedung PLUT  KUMKM dilaksanakan oleh Kemenkop dan UKM melalui tugas pembantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2016.  

"Investasi dari pembangunan gedung PLUT mencapai Rp 3,9 miliar. Selanjutnya aset gedung PLUT KUMKM akan dihibahkan kepada pemerintah daerah," paparnya.

Yuana menjelaskan, dalam mengembangkan PLUT KUKM pihaknya menjalin kerja sama dengan PT Telkom Indonesia yang menyediakan layanan fasilitas internet kepada pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produksinya.

Namun demikian, Yuana menegaskan, penggunaan fasilitas layanan tersebut perlu mendapat perhatian dari semua pihak, baik unsur pemerintah maupun pelaku UMKM dan masyarakat.

Berdasarkan data, total koperasi sebagai Provinsi Lampung sesuai data Dinas Koperasi dan UKM provinsi ada 5.302 unit, dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 3.017 unit atau sebesar 57 persen dari total koperasi secara keseluruhan. Dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.266 orang. 

"Semua pihak diharapkan dapat mendukung strategi penguatan pasar dalam negeri dan secara bersamaan menyiapkan UMKM untuk mampu bersaing dan melakukan ekspansi melalui pasar ekspor," pungkas Yuana.

Kompas TV Koperasi kini tak sesederhana sebagai wadah untuk simpan pinjam. Keberadaannya menjamur, bahkan di antaranya menjelma sebagai investasi bodong yang menelan korban dengan kerugian triliunan rupiah. Bagaimana agar tidak terjebak investasi bodong berkedok koperasi? Kompas Bisnis akan membahasnya dengan perencana keuangan, Prita Ghozie.

 

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM