Diskon Wajar Paket Umrah - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Abu Tours

Diskon Wajar Paket Umrah

Yoga Sukmana
Kompas.com - 11/08/2017, 11:00 WIB
Para calon jamaah umrah ramai-ramai mendatangi Kantor Pusat First Travel yang berada di Green Tower, Jalan TB Simatulang, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017) pagi. Kebanyakan dari mereka datang untuk menuntut pengembalian uang yang sudah mereka setorkan.Kompas.com/Alsadad Rudi Para calon jamaah umrah ramai-ramai mendatangi Kantor Pusat First Travel yang berada di Green Tower, Jalan TB Simatulang, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017) pagi. Kebanyakan dari mereka datang untuk menuntut pengembalian uang yang sudah mereka setorkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat perlu hati-hati dan jeli menerima tawaran berangkat umrah dengan iming-iming promo murah. Sebab bisa jadi promo biaya umrah super murah merupakan praktik penipuan.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi menuturkan, diskon normal biaya umrah maksimal hanya 10 persen dari harga paket yang ditawarkan.

"Kami menjual paket umrah rata-rata diskon itu sekitar Rp 1 juta dari harga paket minimum," ujarnya di Tangerang, Kamis (11/8/2017).

Misalnya, biro perjalanan umrah mematok harga paket umrah Rp 20 juta per jamaah. Diskon maksimal yang bisa diberikan oleh biro perjalanan hanya 10 persennya atau Rp 2 juta.

(Baca: Tips agar Terhindar dari Tipu-Tipu Promo Umrah Murah)

 

Menurut Syam, bila ada biro perjalanan yang menawarkan promo umrah diatas diskon normal seperti yang ditawarkan First Travel, maka biro perjalanan tersebut sudah melakukan subsidi silang yang besar.

Pertanyaannya, dari mana asal subsidi silang yang digunakan? Bila biro perjalanan umrah menggunakan skema Ponzi, maka bisa jadi subsidi berasal dari dana calon jemaah umrah lainnya.

Asphurindo meminta pola bisnis travel umrah menggunakan skema-skema di luar kelaziman dihentikan. Sebab hal itu justru bisa merugikan calon jemaah umrah.

Menurut organisasi yang mewadahi lebih dari 130 biro perjalanan umrah itu, bisnis travel umrah masih menjanjikan keuntungan lantaran pasarnya jelas yaitu umat Islam Indonesia.

(Baca: Utak Atik Biaya Umrah Murah)

 

Asphurindo mengingatkan pengusaha biro perjalanan umrah jangan takut rugi sehingga menggunakan pola-pola bisnis yang tidak lazim dan justru cenderung mengarah ke praktik penipuan.

"Jika memang intinya pelayanan lakukanlah walau itu minimal sesuai harga jual dengan semampunya jangan berlebihan mensubsidi orang tetapi untuk yang bawah malah dikorbankan," kata Syam.

Kompas TV Penyidik Bareskrim Polri menangkap suami istri yang merupakan direktur PT First Anugrah Karya Wisata

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisYoga Sukmana
EditorAprillia Ika

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM