Pasokan Garam dari Sulawesi Mulai Masuk Pasar Tradisional di Lampung - Kompas.com

Pasokan Garam dari Sulawesi Mulai Masuk Pasar Tradisional di Lampung

Kontributor Lampung, Eni Muslihah
Kompas.com - 11/08/2017, 12:00 WIB
Petani mengumpulkan garam yang baru dipanen di lahan garam Desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (31/7). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/17.ANTARA FOTO/ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Petani mengumpulkan garam yang baru dipanen di lahan garam Desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (31/7). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/17.

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Pasokan garam dari Sulawesi mulai masuk di pasar tradisional di Provinsi Lampung.

Momen inspeksi mendadak (sidak) daging jelang Idul Adha dimanfaatkan tim Satgas Pangan Provinsi Lampung untuk memantau harga dan ketersediaan garam di tingkat pasar tradisional.

Ini merupakan hari kedua garam mulai turun harganya, di pasaran masih ada harga yang tinggi.

Garam tersebut disuplai dari Sulawesi. Kemudian, akan menyusul masuk garam dari NTB dilanjutkan lagi pasokan garam dari impor dari Australia.

"Jadi bisa dipastikan harga garam akan kembali normal, " kata anggota tim Satgas Pangan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Heliyana Dewi usai sidak di Pasar Gintung, Kamis (10/8/2017).

(Baca: Garam Impor Asal Australia Mulai Masuk ke Indonesia)

 

Untuk Provinsi Lampung terdata ada enam perusahaan pendistribusian garam. Namun yang aktif hanya tiga yakni anak perusahaan Bumi Waras, Bumi Indah dan Tri Makmur.

Satu sudah pindah ke Provinsi Sumatera Selatan dan dua perusahaan lainnya vakum. Pihaknya sedang mengkaji apakah kenaikan harga garam di Lampung dipengaruhi kevakuman perusahaan tersebut.

"Untuk Lampung penyebab terbesarnya karena memang pasokan yang kurang. Selama ini kita mengandalkan pasokan garam dari sentra garam Provinsi Jawa Timur," katanya lagi.

Di sana sedang gagal panen karena faktor cuaca. Untuk mengatasi, pemerintah Lampung mengambil pasokan dari Sulawesi, NTB dan impor.

"Ingat yah, impor juga dengan penuh catatan karena nanti awal September sudah masuk musim panen garam jadi jangan sampai karena impor merusak harga garam lokal, " urai Dewi.

Sebelumnya para Ibu rumah tangga dipusingkan dengan harga garam yang terus naik. Kenaikan harga garam konsumsi tersebut bervariatif tergantung merk.

Misalnya garam cap Daun dari Rp 50.000 per pak menjadi Rp 98.000 per pak. 

Kompas TV Rencana pemerintah untuk mengimpor garam dari luar negeri mendapat tentangan dari para petani garam di Brebes, Jawa Tengah

PenulisKontributor Lampung, Eni Muslihah
EditorAprillia Ika

Komentar