Tawaran Promo Umrah yang Dijanjikan First Travel Kerap Berubah-ubah - Kompas.com

Tawaran Promo Umrah yang Dijanjikan First Travel Kerap Berubah-ubah

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 12/08/2017, 17:30 WIB
Calon jemaah umrah mendatangi kantor pengelola biro jasa umrah First Travel di Cisalak, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017). Puluhan calon jemaah umrah yang datang dari berbagai wilayah tersebut menuntut kejelasan nasib keberangkatan mereka ke Tanah Suci, termasuk soal dana dan dokumen yang telah disetorkan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Calon jemaah umrah mendatangi kantor pengelola biro jasa umrah First Travel di Cisalak, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017). Puluhan calon jemaah umrah yang datang dari berbagai wilayah tersebut menuntut kejelasan nasib keberangkatan mereka ke Tanah Suci, termasuk soal dana dan dokumen yang telah disetorkan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum agen dan jemaah First Travel Aldwin Rahardian menyatakan, dirinya saat ini membela sekitar 1.250 orang agen dan jemaah.

Adapun berdasarkan data kepolisian, jumlah jemaah yang gagal diberangkatkan ibadah umrah oleh First Travel mencapai 35.000 orang.

Aldwin menuturkan, para jemahaan tersebut selama ini dijanjikan dan diberikan tawaran-tawaran promo. Namun, berbagai tawaran promo itu selalu berubah.

"Misal 2017 untuk berangkat Mei 2017. Di fase itu dibuka lagi promo-promo lain," kata Aldwin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

(Baca: Bos First Travel Ditangkap Polisi, Bagaimana Dana Calon Jamaah?)

 

Menurut Aldwin, beberapa promo tersebut antara lain promo carter maupun promo ulang tahun. Akan tetapi, promo-promo tersebut memiliki angka yang dipandang tidak realistis.

Promo ulang tahun, misalnya, dibanderol dengan kisaran harga Rp 8,9 juta. Sementara itu, promo lainnya dibanderol dengan harga Rp 14,3 juta.

"Tapi pada masa periode yang dijanjikan selalu terlewat, tidak berangkat. Kalau mau berangkat, di-upgrade lagi sampai Rp 21 juta," jelas Aldwin.

Hal-hal semacam ini, imbuh Aldwin, sudah masuk dalam unsur penipuan dan penggelapan.

Pasalnya, meskipun sudah melunasi biaya umrah dan bahkan sudah meningkatkan biaya agar bisa berangkat, calon jemaah tetap saja tidak diberangkatkan.

Kompas TV Menag: First Travel Harus Berangkatkan Jemaah Umrah

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM