Pameran Industri Grafika FGDexpo 2017 Resmi Dibuka - Kompas.com

Pameran Industri Grafika FGDexpo 2017 Resmi Dibuka

Aprillia Ika
Kompas.com - 24/08/2017, 18:14 WIB
Triawan Munaf diabadikan usai konferensi pers Indonesian Creatif Incorporated (ICINC) oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/2/2017).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Triawan Munaf diabadikan usai konferensi pers Indonesian Creatif Incorporated (ICINC) oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan yang dicatat oleh FGDexpo 2015 menjadi dorongan positif bagi FGDforum untuk kembali menyelenggarakan ajang pameran industri grafika Indonesia yang telah berlangsung sejak 2003.

Bekerja sama dengan PT Amara Pameran Internasional (API), pameran yang berlangsung untuk ke-8 kalinya ini diselenggarakan pada 24–27 Agustus 2017 di area Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC).

FGDexpo 2017 dihadiri oleh 97 peserta yang terdiri dari produsen, distributor, penyedia produk dan jasa grafika, asosiasi perusahaan dan profesi, institusi pendidikan, dan mitra luar negeri.

Mengusung tema “Connectivity”, FGDexpo 2017 akan menjadi rantai nilai yang mengaitkan antara manufaktur, teknologi grafika, penyedia produk-produk dan jasa grafika, lintas media, dan penyedia jasa keuangan.

(Baca: Bekraf: Setelah Fox, Investor Film Lebih Besar Akan Masuk Indonesia)

Lewat “Connectivity”, FGDexpo 2017 ingin memberikan pandangan baru dalam menyikapi isu-isu di industri grafika, seperti kehadiran wadah teknologi dan ekosistem baru yang menjadi infrastruktur kemakmuran, dan memungkinkan lahirnya kewirausahaan di seluruh lapisan masyarakat.

Berbeda dari dua tahun sebelumnya, FGDexpo 2017 memperkenalkan lima pilar dalam industri kreatif, yakni Creative, Printing, Packaging, Publishing, dan Promotion.

Pembukaan FGDexpo 2017 dihadiri dan diresmikan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Triawan Munaf.

Menurut Triawan, FGDexpo 2017 bisa memicu tumbuhnya industri-industri kecil (UMKM) pendukung grafika sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Sebaliknya, industri kreatif dan grafika juga dapat memberikan nilai tambah bagi produk di industri-industri lain di Indonesia.

"Saya menyambut sekali diadakannya pameran dua tahunan ini karena dapat menunjukkan the state of art dari apa yang kita miliki, apa yang bisa kita berikan kepada bangsa terutama untuk sektor industri kreatif itu akan saling berkaitan," kata Triawan melalui rilis, Kamis (24/8/2017).

Contohnya, seperti orang yang mendengarkan musik, mereka bisa mendengarkannya lewat online tetapi untuk melihat show secara langsung mereka butuh jasa industri grafika.

"Jika kita berbicara fashion, kita tidak hanya memperhatikan produknya tetapi juga packaging-nya. Seperti yang dilakukan artis-artis Instagram, mereka berhati-hati ketika membuka packaging-nya. Packaging yang indah adalah packaging yang punya nilai tambah,” ujar Triawan.

FGDexpo 2017 kembali menghadirkan inovasi terbaru dari berbagai kategori di industri grafika.

Mulai dari Printing and Digital Printing Equipment, Packaging and Label Production Technology, Promotion and Advertising Equipment.

Book Binding and Print Finish, Paper Distributors and Converting Equipment, Services (Advertising Companies and Printers), hingga Premed Equipment and Software.

FGDexpo 2017 juga membagi area pamerannya menjadi 6 zona produk, yakni:

•       Be Inspired (Digital Printing Area)
•       Inspiration Avenue (Textile Printing Area)
•       Smart Pack & Lab (Packaging & Labelling Area)
•       Green Zone (Printing Accessories, Consumables & Services Area)
•       Print The Future (3D Printing)
•       See The Horizon (LED Signage)

Danton Sihombing, Chairman FGDforum, menjelaskan, saat ini perindustrian dan manufaktur dunia memasuki ambang revolusi industri keempat; Industri 4.0, dalam dunia yang bergerak cepat dan saling terkoneksi.

Perihal-perihal ini tak terelakan dalam gelombang inovasi teknologi, globalisasi, dan pembauran budaya.

"Oleh karenanya gagasan “Connectivity” menjadi mantra yang relevan untuk mencari solusi dalam lanskap digital saat ini," kata dia.

FGDexpo 2017 menempati area pameran indoor seluas 12.000 meter persegi di Hall A dan B Jakarta Convention Center.

FGDexpo 2017 menargetkan lebih dari 20.000 buyers, baik perorangan maupun perusahaan. FGDexpo terbuka untuk umum dengan harga tiket masuk Rp 50.000.

Kompas TV Beragam jenis teknologi seperti pesawat dan kendaraan militer dihadirkan di acara yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif.

PenulisAprillia Ika
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM