Ikut Program "Tax Amnesty" di Indonesia, Laba AirAsia Turun - Kompas.com

Ikut Program "Tax Amnesty" di Indonesia, Laba AirAsia Turun

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 30/08/2017, 14:09 WIB
CEO Air Asia Tony Fernandez (kedua kiri) bersama Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaludin (kiri) memberikan cenderamata kepada penumpang penerbangan perdana Makau-Jakarta, di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/8/2017). Dibukanya penerbangan langsung Jakarta-Makau dan sebaliknya yang berdurasi tiga kali satu minggu diharapkan mampu mendatangkan turis mancanegara dari Makau untuk berwisata di Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/kye/17ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL CEO Air Asia Tony Fernandez (kedua kiri) bersama Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaludin (kiri) memberikan cenderamata kepada penumpang penerbangan perdana Makau-Jakarta, di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/8/2017). Dibukanya penerbangan langsung Jakarta-Makau dan sebaliknya yang berdurasi tiga kali satu minggu diharapkan mampu mendatangkan turis mancanegara dari Makau untuk berwisata di Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/kye/17

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia AirAsia membukukan laba bersih sebesar 92 juta ringgit atau 21 juta dollar AS pada kuartal II 2017. Capaian ini lebih rendah dibandingkan 342 juta ringgit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip Nikkei, Rabu (30/8/2017), AirAsia menyatakan penurunan laba disebabkan pembayaran pajak pada program amnesti pajak ( tax amnesty) yang dilakukan pemerintah Indonesia.

AirAsia membayar pajak sebesar 212 juta ringgit pada program amnesti pajak di Indonesia. Dengan mengikuti pengampunan pajak, maka AirAsia tidak lagi mempunyai beban pajak untuk periode sebelum tahun 2016.

(Baca: Sah, Raline Shah Diangkat Jadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia)

Selain itu, penurunan laba juga disebabkan biaya operasional yang meningkat karena naiknya rata-rata harga bahan bakar.

Pada semester I 2017, laba bersih grup AirAsia turun 37 persen menjadi 762 juta ringgit. Sementara itu, pendapatan tercatat sebesar 4,6 miliar ringgit.

Pendapatan AirAsia pada kuartal II 2017 naik 19 persen secara tahunan (yoy) menjadi 2,38 miliar ringgit.  Ini didorong peningkatan lalu lintas penumpang sebesar persen.

(Baca: Kapan AirAsia Indonesia Melantai di Bursa?)

 

Data tersebut termasuk data kinerja keuangan dari unit bisnis di Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

Adapun load factor atau tingkat okupansi pesawat naik 2 persen menjadi 89 persen.

Perkuat Posisi

AirAsia berencana untuk menambah 22 pesawat baru hingga akhir tahun 2017 untuk menambah armadanya yang saat ini mencapai 178 pesawat.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisinya pada rute regional maupun domestik di Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Tahun ini adalah jumlah penambahan terbesar pesawat kami dalam 4 tahun," kata CEO AirAsia Tony Fernandes. 

Kompas TV Program amnesti pajak yang bergulir sejak 1 Juli 2016 lalu resmi berakhir Jumat (31/3).

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM