Fahri si Tulang Rapuh Mulai Jalani Pengobatan dari Dana Bantuan Netizen - Kompas.com

Fahri si Tulang Rapuh Mulai Jalani Pengobatan dari Dana Bantuan Netizen

Kompas.com - 12/09/2017, 12:05 WIB
Muhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta.KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Muhammad Fahri Asidiq ‎(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta.

JAKARTA, KOMPAS.com - M Fahri As-Sidiq (11), penderita penyakit Osteogenesis, telah merasakan bantuan yang diberikan oleh netizen dan pembaca Kompas.com yang dihimpun melalui Kitabisa.com.

Proses pengobatan Fahri dilakukan dengan pendampingan Rumah Zakat selaku pihak yang ditunjuk Kompas.com untuk mengelola penyaluran dana tersebut.

(Baca: Setiap Batuk, Tulangnya Patah, Bocah Ini Mengaku Ingin Mati Saja)

Sejak bulan Mei 2017 hingga saat ini, penyaluran yang diberikan kepada Fahri dan keluarganya sudah dilakukan sebanyak 12 tahap dengan total penyaluran Rp 119.208.000,- Penyaluran tahap ke 12 baru saja dilakukan pada hari ini, Rabu (30/08) di klinik RBG Jalan Turangga no 65 Bandung.

Adapun penggunaan dana penyaluran yaitu untuk pengobatan rutin Fahri, kebutuhan sehari-hari mulai dari makan, listrik, akomodasi pengobatan, modal usaha, kontrakan rumah, dan lain sebagainya.

Rencananya Fahri akan melakukan operasi Hernia yang ke 2, namun masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan operasi.

Saat ini kondisi Fahri cukup baik, selama di Banten Fahri ikut sekolah bersama saudara-saudaranya pada pagi hari dan mengaji di Masjid dekat rumah pada siang harinya.

Usaha Baju Muslim

Dalam laporan Rumah Zakat juga disebutkan bahwa sebagian dana dari netizen digunakan untuk modal usaha ibundanya. Usaha tersebut diharapkan bisa berkembang untuk menopang kebutuhan sehari-hari.

Ibunda Fahri bersama tim relawan Rumah Zakatdok Rumah Zakat Ibunda Fahri bersama tim relawan Rumah Zakat

Saat ini usaha jualan baju muslim yang dilakukan ibunya Fahri mulai berjalan dengan menyewa kios di dekat kampus UIN Bandung seharga Rp 2 juta per bulan.

Rencananya selain bantuan untuk kesehatan akan ada juga pendampingan dan pelatihan untuk wirausaha online dan pembuatan website untuk pengembangan usaha ibunya.

"Saat ini ibunda Fahri sedang mempertimbangkan soal kelanjutan hidupnya apakah tetap di Bandung atau menitipkan Fahri di Banten. Namun jika pada akhirnya Fahri memutuskan tinggal di Banten maka Fahri akan dititipkan di saudara ibunya, dan ibunda Fahri tinggal di Bandung untuk melanjutkan usaha dengan adik Fahri, Ijan," tulis Rumah Zakat.

EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM