Dirut Telkom Bantah Satelitnya Hancur Berkeping-keping - Kompas.com

Dirut Telkom Bantah Satelitnya Hancur Berkeping-keping

Yoga Sukmana
Kompas.com - 12/09/2017, 16:31 WIB
Menkominfo Rudiantara (tengah, pakai batik kuning) dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga (kiri Rudiantara) saat menyelenggarakan konferensi pers mengenai pemulihan layanan akibat terganggunya satelit Telkom 1, di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menkominfo Rudiantara (tengah, pakai batik kuning) dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga (kiri Rudiantara) saat menyelenggarakan konferensi pers mengenai pemulihan layanan akibat terganggunya satelit Telkom 1, di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Telkom Indonesia Alex Sinaga mulai berani mengeluarkan pernyataan tegas seputar kondisi Satelit Telkom 1 yang rusak akhir Agustus 2017.

Usai memastikan konektivitas layanan pelanggan Satelit Telkom 1 rampung 100 persen, Alex membantah keras kabar Satelit Telkom 1 hancur berkeping-keping.

“Ada yang bilang berkeping-keping, pada kesempatan ini saya katakan itu salah!,” ujarnya dalam konferensi pers di Kanto Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Saat ini tutur dia, Telkom melalui Pusat Pengendali Satelit Cibinong masih bisa berkomunikasi dengan Satelit Telkom 1 secara telemetri. Hal ini dinilai bukti pasti satelit tersebut tak hancur berkeping-keping.

Meski begitu, Telkom sudah memastikan bahwa Satelit Telkom 1 sudah tidak bisa dioperasikan lagi. Telkom juga sudah mendapatkan rekomendasi dari produsen Telkom 1 yaitu Lockeed Martin.

“Berdasarkan kajian, itu rekomendasinya adalah untuk dilakukan set down. Nah proses untuk itu kami masih bekerja tiap hari dengan Lockeed Martin, jadi kapan dieksekusi itu tergantung data telemetri,” kata Alex.

Sebelumnya, satu teleskop milik perusahaan yang memantau objek geostationer Bumi yang berbasis di Amerika Serikat, ExoAnalytic Solutions, menangkap debris (serpihan) satelit yang diduga berasal dari Telkom 1.

ExoAnalytic menggunakan algoritma untuk me-review data dari 165 teleskop optik yang tersebar di penjuru Bumi. Algoritma tersebut mencari kejadian anomali satelit.

PenulisYoga Sukmana
EditorMuhammad Fajar Marta

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM