Pelaku Bisnis Ritel Harus Sering Manfaatkan E-Commerce - Kompas.com

Pelaku Bisnis Ritel Harus Sering Manfaatkan E-Commerce

Josephus Primus
Kompas.com - 12/09/2017, 17:57 WIB
Foto ilustrasi perkakas. Salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat yang fokus menjual berbagai macam perkakas adalah Lindeteves Trade Center (LTC).Kompas.com/Josephus Primus Foto ilustrasi perkakas. Salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat yang fokus menjual berbagai macam perkakas adalah Lindeteves Trade Center (LTC).

KOMPAS.com - Di tengah makin maraknya teknologi digital, pelaku bisnis ritel harus sering memanfaatkan e-commerce untuk makin meningkatkan penjualan. Pada saat bersamaan, bisnis dengan cara offline pun harus tetap berjalan.

Kombinasi itu sebagaimana dijelaskan Manager Advertising & Promotion Lindeteves Trade Center (LTC) Hendry Trie Asmono juga dijalankan pihaknya. "Bisnis di sini kebanyakan melayani industri," tuturnya hari ini.

Catatan terkumpul menunjukkan bahwa LTC merupakan pusat perdagangan berkonsep trade mall (TM). Berbeda dengan mall, TM adalah kumpulan kios milik pedagang dengan kenyamanan seperti mall. Pengembang menjual toko untuk menjadi milik pembeli. Toko itu bisa dipindahtangankan kepada penyewa. Sementara, mall lebih banyak menghadirkan toko yang disewakan.   

Salah satu gerai penjualan peralatan hidroponik di Lindeteves Trade Center (LTC), Jakarta Barat. Sampai dengan akhir 2017, LTC mematok mempertahankan target pengunjung 50.000 orang per hari.Kompas.com/Josephus Primus Salah satu gerai penjualan peralatan hidroponik di Lindeteves Trade Center (LTC), Jakarta Barat. Sampai dengan akhir 2017, LTC mematok mempertahankan target pengunjung 50.000 orang per hari.

LTC yang dikelola oleh Agung Podomoro Land (APL) bertema pasar perkakas (tools market). Selain LTC, TM APL yang mengusung tema ini adalah Harco Glodok dan Plaza Kenari Mas.

Berbicara soal target, Hendry menerangkan bahwa LTC yang berdiri sejak 2006 itu mematok target mempertahankan pengunjung 50.000 orang per hari sampai dengan akhir 2007. Saat ini, total 3.000 kios di LTC sudah terisi penuh.

Hendry menerangkan untuk menambah daya tarik bagi pengunjung, pengelola LTC menggelar berbagai kegiatan mulai dari promosi, pembukaan gerai yang bisa menunjang kesehatan pengunjung mulai dari pijat refleksi hingga gerai hidroponik.  

Salah satu gerai pijat refleksi di Lindeteves Trade Center (LTC), Jakarta Barat. Sampai dengan akhir 2017, LTC mematok mempertahankan target pengunjung 50.000 orang per hari.Kompas.com/Josephus Primus Salah satu gerai pijat refleksi di Lindeteves Trade Center (LTC), Jakarta Barat. Sampai dengan akhir 2017, LTC mematok mempertahankan target pengunjung 50.000 orang per hari.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisJosephus Primus
EditorJosephus Primus
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM