Per Agustus 2017, Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp 28,6 Triliun - Kompas.com

Per Agustus 2017, Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp 28,6 Triliun

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 13/09/2017, 19:08 WIB
Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 28,6 triliun hingga Agustus 2017. Kontrak ini termasuk perolehan kontrak baru dari proyek LRT Jabodetabek Fase I.

Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Agustus 2017 antara lain Trans Park Bekasi senilai Rp 596,2 miliar dan Masjid Agung Batam senilai Rp 237,1 miliar. Proyek lainnya adalah Tol Kualanamu Seksi 7B senilai Rp 225,9 miliar.

"Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Agustus 2017 didominasi oleh lini bisnis Konstruksi dan Energi sebesar 96,6 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya," kata Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary Adhi Karya dalam pernyataan resmi, Rabu (13/9/2017).      

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Pemerintah tercatat 79,4 persen, BUMN sebesar 9,8 persen. Sementara itu, dari swasta atau lainnya sebanyak 10,8 persen.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Jalan, Jembatan dan LRT sebanyak 73,7 persen, proyek gedung sebanyak 20,6 persen. Adapun proyek infrastruktur lainnya sebesar 5,7 persen.  

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorMuhammad Fajar Marta

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM