Luhut Pastikan Tak Ada Pengubahan Nama Laut China Selatan Menjadi Laut Natuna Utara - Kompas.com

Luhut Pastikan Tak Ada Pengubahan Nama Laut China Selatan Menjadi Laut Natuna Utara

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 13/09/2017, 19:34 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menyelenggarakan afternoon tea bersama wartawan, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menyelenggarakan afternoon tea bersama wartawan, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan belum ada perubahan penyebutan Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Meski demikian, dia mengakui pihaknya pernah membahas wacana tersebut.

"Saya belum pernah memberikan keputusan resmi penamaan pulau. Memang ada wacana (pengubahan) penamaan," kata Luhut, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Sebelumnya Kemenko Bidang Kemaritiman meluncurkan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru.

Peta baru tersebut lebih menitikberatkan pada perbatasan laut Indonesia dengan negara lainnya. Nama Laut China Selatan juga disebut diganti menjadi Laut Natuna Utara.

(Baca: DPR Minta Pemerintah Abaikan Protes China Soal Penamaan Laut Natuna Utara)

"Yang mengeluarkan (pernyataan perubahan nama) itu enggak ada tanda tangan saya kan? Ya sudah, saya belum pernah ngomong itu," kata Luhut.

Mantan Menko Polhukam itu berpandangan perlu proses panjang dalam mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Ada satu proses pengambilan keputusan yang belum dilalui. Bahwa di sini pernah ada brainstorming mengenai hal itu yes, tapi enggak ada officially mengenai hal itu," kata Luhut.

Kabar pengubahan penamaan Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara itu sempat memicu kritik dari Beijing. Seperti dikutip dari CNN, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menganggap penggantian penyebutan nama itu tak masuk akal.

"Penggantian nama ini tak masuk akal dan tidak sesuai dengan upaya standarisasi mengenai penyebutan wilayah internasional," kata Geng Shuang, Minggu (16/7/2017).

Pihaknya berharap agar seluruh negara yang berada di sekitar Laut China Selatan untuk berkolaborasi mewujudkan tujuan bersama terutama terkait dengan situasi keamanan dan pertahanan di sekitar Laut China Selatan.

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM