Undang Penulis Hingga Penerbit ke Kantor Pajak, Sri Mulyani Kaget - Kompas.com

Undang Penulis Hingga Penerbit ke Kantor Pajak, Sri Mulyani Kaget

Yoga Sukmana
Kompas.com - 14/09/2017, 07:27 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Irjen Kemenkeu Sumiyati (kanan) meninggalkan ruangan usai membuka Rapat Kerja Nasional Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/9). Rapat yang diikuti Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan kementerian dan lembaga serta pemda tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi penerimaan negara di APBN 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Spt/17.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Irjen Kemenkeu Sumiyati (kanan) meninggalkan ruangan usai membuka Rapat Kerja Nasional Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/9). Rapat yang diikuti Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan kementerian dan lembaga serta pemda tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi penerimaan negara di APBN 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Spt/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengundang para penulis, penerbit, dan pekerja seni untuk berdialog terkait perpajakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Undangan itu menyusul isu hangat seputar pajak yang dinilai mencekik para penulis buku seperti yang disampaikan oleh penulis ternama Tere Liye belum lama ini.

Namun kehadiran para penulis, penerbit, dan pekerja seni di Kantor Pusat Ditjen Pajak justru membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani justru kaget.

"Ini mengagetkan saya malam ini karena datangnya banyak sekali," ujarnya saat membuka acara tersebut.

(Baca: Habis Tere Liye, Terbitlah Kepusingan Sri Mulyani)

Kursi-kursi di Aula Chakti Budhi Bhakti (CBB) Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat Ditjen Pajak yang menjadi tempat acara dialog memang penuh.

Bahkan saking membludaknya orang yang datang ke acara dialog itu, panitia dari Ditjen Pajak sampai harus menambah kursi agar para penulis, penerbit, dan pekerja seni yang datang bisa mendapatkan tempat duduk.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf juga mengungkapkan kekagetan dengan antusias penulis, penerbit, dan pekerja seni yang datang dalam dialog perpajakan itu.

"Luar biasa, sebelumnya belum ada yang seperti ini," kata dia. (Baca: "Tentang Tere Liye", Curhat Sri Mulyani Soal Pajak Penulis)

Acara dialog pajak dengan penulis, penerbit, dan pekerja seni sendiri dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB.

Sri Mulyani bahkan memberikan pemaparan langsung terkait pembayaran pajak untuk penulis. Mulai dari pemotongan PPh pasal 21 Pasal 23 hingga perhitungan pajak dengan skema Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN).

Setelah pemaparan, Sri Mulyani pun membuka sesi tanya jawab untuk mendengar sekaligus menjawab berbagai pertanyaan seputar pajak di industri kreatif.

(Baca: Pajak Penulis Selangit, Tere Liye Putus Kontrak 2 Penerbit)

Kompas TV Tulisan yang menjadi perhatian berjudul warisan yang ditulis Afi di halaman muka akun Facebooknya.

 

PenulisYoga Sukmana
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM