Empat Faktor Penyebab Pusat Perbelanjaan Tutup, Apa Saja? - Kompas.com

Empat Faktor Penyebab Pusat Perbelanjaan Tutup, Apa Saja?

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 17/09/2017, 15:25 WIB
Pengunjung Matahari Pasaraya Blok M terlihat melihat-lihat produk yang diobral, Sabtu (16/9/2017). Matahari berencana menutup dua tokonya di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai akhir bulan ini.Kompas.com / Dani Prabowo Pengunjung Matahari Pasaraya Blok M terlihat melihat-lihat produk yang diobral, Sabtu (16/9/2017). Matahari berencana menutup dua tokonya di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai akhir bulan ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa bulan terakhir, banyak pusat perbelanjaan ternama yang memilih menutup toko mereka.

Salah satu contohnya adalah gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M. Bahkan, pusat perbelanjaan yang sebelumnya selalu ramai seperti Glodok dan Roxy Mas juga semakin sepi pengunjung.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) DKI Jakarta memandang ada empat faktor yang menyebabkan banyaknya toko dan pusat perbelanjaan tutup.

"Pertama, daya beli masyarakat yang semakin menurun. Kondisi ekonomi global yang berimbas terhadap perekonomian nasional yang belum stabil ini menyebabkan kondisi bisnis dan perdagagan kita juga mengalami kelesuan," kata Sarman kepada Kompas.com, Minggu (17/9/2017).

Baca: Matahari Pastikan Gerai Blok M dan Manggarai Tutup Akhir Bulan Ini

Dengan demikian, lanjut dia, pendapatan masyarakat juga tidak meningkat. Masyarakat akan semakin selektif dalam membelanjakan uangnya.

Faktor kedua adalah ketatnya persaingan antar pusat perbelanjaan. Saat ini, tak sedikit kawasan perumahan, apartemen, dan perkantoran juga dilengkapi dengan minimarket dan pusat perbelanjaan.

Baca: Tutup 8 Gerai, Ramayana Bantah Bangkrut

Para pekerja maupun penghuni apartemen merasa tidak perlu berjalan jauh menuju pusat perbelanjaan lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

"Kemudian sekarang semakin banyak produk asing yang resmi maupun ilegal. Biasanya penjualan produk-produk ini langsung dilakukan kepada konsumen," kata Sarman.

Terakhir, faktor bisnis e-commerce yang semakin menggeliat. Sarman memandang harga produk yang ditawarkan di toko online atau e-commerce jauh lebih murah dibandingkan di pusat perbelanjaan.

Baca: Dua Gerai Ditutup, Bisnis Matahari Mulai Meredup?

Selain itu, masyarakat tak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan waktu lama untuk berbelanja secara online.

"Ke depan sesuai dengan perkembangan teknologi, maka belanja melalui e-commerce ini menjadi salah satu ancaman pusat perbelanjaan. Apalagi ke depan pemerintah akan menerapkan transaksi non-tunai yang membuat masyarakat semakin nyaman dan terbiasa berbelanja via online," kata Sarman.

Kompas TV Seven Eleven di Indonesia Tinggal Kenangan

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM