Laba Bersih Pertagas per Agustus 2017 Naik 108 Persen - Kompas.com

Laba Bersih Pertagas per Agustus 2017 Naik 108 Persen

Kompas.com - 09/10/2017, 21:53 WIB
Dirut Pertagas Suko Hartono dan Komisaris Utama Pertagas Yenni AndayaniDok Pertagas Dirut Pertagas Suko Hartono dan Komisaris Utama Pertagas Yenni Andayani

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina di sektor gas bumi, mencatatkan laba bersih hingga Agustus 2017 sebesar 90,6 juta dollar AS.

"Dibanding periode yang sama tahun lalu, laba kami meningkat 108 persen," ujar Suko Hartono, Presiden Direktur PT Pertamina Gas dalam keterangan resmi. Adapun sepanjang 2016 lalu, laba bersih Pertagas mencapai 159 juta dollar AS.

Kinerja ini tak lepas dari stabilnya pendapatan perusahaan dari beragam bisnis yang dimiliki Pertagas. "Transportasi gas, niaga gas, dan transportasi minyak masih menjadi penopang utama pendapatan Pertagas," ujar Suko yang baru menjabat sebagai presiden direktur Pertagas pertengahan Juli lalu. 

Selain itu Hingga Agustus 2017 Pertagas mempertahankan jam kerja selamat (zero accident) hingga 38.300.325 jam. 

Gelontoran investasi pun terus dikeluarkan Pertagas guna menyelesaikan beberapa proyek pembangunan pipa gas, seperti Ruas Gresik-Semarang, PKG Looping guna mensuplai kebutuhan gas Petrokimia Gresik, serta Grissik-Pusri untuk memenuhi pasokan gas PT Pusri. "Dalam waktu dekat, Kami juga akan memulai proses pembangunan pipa ruas Duri-Dumai," ujar Suko.

Pertagas, menurut Suko juga terus berkomitmen untuk melaksanakan Good Corporate Governance (GCG). Salah satunya adalah dengan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) seperti yang termuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tentang Kinerja Kegiatan Niaga dan Transportasi Gas Pertagas dan Anak Perusahaan tahun 2014, 2015, 2016 (Semester 1).

Menurut Suko, Pertagas telah mengirimkan surat jawaban kepada BPK dan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. 

Sesuai rekomendasi BPK, Pertagas telah menyusun draft Tata Kerja Organisasi (TKO) mengenai pengaturan shipper stock. Perihal piutang macet PT Mutiara Energi (ME) yang juga menjadi salah satu sorotan BPK, menurut Suko, pihaknya juga sangat serius menindaklanjuti rekomendasi BPK tersebut. "Pertagas terus melakukan upaya maksimal dalam melakukan penagihan hutang Mutiara Energi," Suko menambahkan.

Dua surat somasi sudah dilayangkan Pertagas kepada Mutiara Energi. Mulai dari Peringatan pertama di Agustus 2016 dilanjutkan Peringatan kedua yang dikirim pada September 2016. “Kami optimis persoalan Piutang dengan Mutiara Energi bisa diselesaikan dalam waktu dekat sesuai peraturan yang berlaku yakni paling lambat sampai akhir tahun 2017," tegas Suko.

Adapun untuk rekomendasi lainnya yaitu pipa transmisi gas Belawan – Kawasan Industri Medan – Kawasan Ekonomi Khusus (BEL-KIM-KEK), Pertagas juga sudah melakukan penyusunan ulang Feasibility Study (FS) dan keekonomian BEL-KIM-KEK berdasarkan kondisi riil. "Pipa ruas BEl-KIM-KEK ini sudah rampung sejak akhir 2016 dan telah menyalurkan gas ke industri di KEK Sei Mangke," beber Suko.

Suko optimis, pemanfaatan ruas-ruas pipa Pertagas bakal meningkat seiring transformasi  yang dilakukan.

“Ke depannya Pertagas tidak hanya akan fokus pada bisnis transportasi gas, tetapi juga akan menggenjot bisnis niaga gas melalui pemasaran yang agresif," tegasnya.

Langkah ini tentunya diharapkan bakal mampu mendongkrak utilisasi pipa-pipa yang dimiliki Pertagas (termasuk BEL-KIM-KEK) dengan lebih maksimal.

EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM