IHSG Tertekan Keluarnya Investor Asing di Rabu, Saham Telkom Ikut Turun - Kompas.com

IHSG Tertekan Keluarnya Investor Asing di Rabu, Saham Telkom Ikut Turun

Kompas.com - 12/10/2017, 15:14 WIB
Karyawan memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9/2017). Perdagangan IHSG pada awal pekan dibuka menguat sebesar 6,30 poin atau 0,11 persen menjadi 5.863,421 poin ditengah kondisi ekonomi nasional yang cukup kondusif dan positif dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Karyawan memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9/2017). Perdagangan IHSG pada awal pekan dibuka menguat sebesar 6,30 poin atau 0,11 persen menjadi 5.863,421 poin ditengah kondisi ekonomi nasional yang cukup kondusif dan positif dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (11/10/2017) ditutup melorot 22,97 poin atau turun 0,39 persen ke level 5.882,79 pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB.

Penyebabnya yakni terjadinya net foreign sell, atau aksi jual bersih investor asing, sebesar Rp 800 miliar.

Dana asing yang keluar tersebut juga menekan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 130 basis poin pada perdagangan saham Rabu, sehingga ditutup di level 4.400.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan memprediksi tekanan pada saham Telkom tidak berlangsung lama. Menurut dia, saham telkom akan kembali menguat sebab sektor telekomunikasi masih menarik hingga akhir tahun.

Saham Telkom juga dinilai menarik karena Telkom emmiliki cakupan area telekomunikasi yang lebih luas, sehingga dinilai lebih unggul dibanding pesaingnya.

Pada perdagangan saham Kamis, saham emiten berkode TLKM ini sudah menguat 70 basis poin atau naik 1,59 persen di level 4.470 pada jeda siang perdagangan saham sesi I, pukul 12.00 WIB.

Tasrul, Analis dari Mirae Asset Sekuritas menilai turunnya saham Telkom justru bisa jadi momentum beli. Dia merekomendasikan pembelian saham Telkom di level 4.200-4.700 per saham.

Valuasi Saham Overvalued?

Reza Priyambada, analis Binaartha Sekuritas, mengatakan bahwa turunnya saham Telkom membuat informasi menyatakan saham Telkom turun akibat overvalued, atau valuasi harganya terlalu tinggi.

Namun Reza mengatakan bahwa penurunan saham Telkom di Rabu kemarin lebih disebabkan oleh antisipasi keluarnya laporan kinerja kuartal III.

VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menanggapi perihal anjlognya saham Telkom pada perdagangan Rabu kemarin.

Menurut dia, saat ini saham Telkom merupakan saham big cap dan paling likuid di bursa lokal. Sehingga, investor dalam mengurangi eksposurnya ke pasar Indonesia melakukan penjualan saham Telkom.

Sebab, saham Telkom bisa terjual dengan cepat dalam jumlah besar.

Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah dalam dua pekan terakhir membuat dana asing kabur, sebab sebagian besar investor asing berbasis di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, nilai rupiah sudah mencapai Rp 13.500 per dollar AS mulai 28 September 2017.

Arif juga tak menampik soal tingginya valuasi saham Telkom. Menurut dia, sepanjang semester I 2017 saham Telkom sudah naik 20 persen karena kenaikan dividen jadi 70 persen.

"Valuasi Telkom saat ini cukup tinggi dengan PE Ratio sekitar 20x dan EV/Ebitda sekitar 7,5x," kata dia.

Hingga pukul 15.00 WIB hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.919,40 atau naik 36,61 poin atau naik 0,62 persen dibanding level penutupan sebelumnya. (Yudho Winarto)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Saham Telkom bangkit pasca tertekan kemarin" pada Kamis (12/10/2017).

Kompas TV Kenaikan IHSG menyebabkan harga saham domestik meningkat sehingga dana asing ramai – ramai menarik dana dari bursa Indonesia.

 

EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM