Matahari akan Tambah Delapan Gerai Baru Tahun Depan - Kompas.com

Matahari akan Tambah Delapan Gerai Baru Tahun Depan

Kurniasih Budi
Kompas.com - 12/10/2017, 15:34 WIB
Antrean kasir Mataharai Pasaraya Manggarai, Jumat (15/9/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Antrean kasir Mataharai Pasaraya Manggarai, Jumat (15/9/2017).


KOMPAS.com - PT Matahari Department Store Tbk akan menambah enam hingga delapan gerai tahun depan. Sebagian besar gerai yang dibuka berada di Pulau Jawa yang pasarnya diprediksi masih tumbuh positif.

“Tahun depan, kami akan buka enam sampai delapan toko lagi,” kata Direktur Pemasaran, Merchandising, dan Operasional Toko PT Matahari Department Store Christian Kurnia, Rabu (11/10/2017).

Pasar di luar Jawa, kata dia, masih bisa bertumbuh di beberapa kota/ kabupaten yang bisa menerima konsep modern market. Apalagi, hingga kini gerai Matahari baru ada di 71 kota. Padahal, ada lebih dari 400 kota/kabupaten di Indonesia.

Berdasarkan survei, Matahari bisa membuka sekira 400 gerai di nusantara. Hingga kini, baru 157 toko berdiri. Namun, dua gerai di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, Jakarta tutup beberapa waktu lalu.

Baca: Matahari Pastikan Gerai Blok M dan Manggarai Tutup Akhir Bulan Ini

Matahari, kata dia, belum bisa hadir di berbagai kota/kabupaten karena keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan pusat perbelanjaan modern. “Tapi kalau kota dan kabupaten semakin berkembang, maka Matahari pasti akan masuk,” ujarnya.

Ia optimistis gerai ritel masih diminati masyarakat, meskipun Matahari juga mengembangkan penjualan online. Buktinya, akhir bulan ini Matahari akan meresmikan satu gerai baru di Malang, Jawa Timur.

Sepanjang semester I-2017, penjualan Matahari masih menunjukkan tren positif. Namun, imbuh Christian, toko ritel memang perlu beradaptasi untuk bisa tetap bertahan. Perubahan konsep gerai telah dilakukan Matahari yang berada di Karawaci.

“Kami berfokus pada kebutuhan dan kepuasan konsumen. Untuk itu, toko dibuat menjadi lebih nyaman, mudah mencari barang, dan layanan yang diberikan lebih baik. Karena pengalaman berbelanja secara langsung tidak akan didapat secara online,” katanya.

belanja online jadi kebutuhanbelanja belanja online jadi kebutuhan


Menurut dia, perubahan pola perilaku belanja konsumen perlu diakomodasi. Oleh sebab itu, Matahari juga menerapkan omni-channel yang merupakan perpaduan sistem pemasaran offline dan online.

Dengan mengadopsi strategi tersebut, para peritel memiliki peluang untuk menjual produknya tanpa dibatasi waktu dan tempat.

Matahari juga menggaet The Walt Disney Company South East Asia dalam penjualan merchandise. Kerja sama ini merupakan strategi yang potensial menarik konsumen untuk berbelanja di gerai Matahari.

PenulisKurniasih Budi
EditorKurniasih Budi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM