Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Matahari akan Tambah Delapan Gerai Baru Tahun Depan

Kompas.com - 12/10/2017, 15:34 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


KOMPAS.com - PT Matahari Department Store Tbk akan menambah enam hingga delapan gerai tahun depan. Sebagian besar gerai yang dibuka berada di Pulau Jawa yang pasarnya diprediksi masih tumbuh positif.

“Tahun depan, kami akan buka enam sampai delapan toko lagi,” kata Direktur Pemasaran, Merchandising, dan Operasional Toko PT Matahari Department Store Christian Kurnia, Rabu (11/10/2017).

Pasar di luar Jawa, kata dia, masih bisa bertumbuh di beberapa kota/ kabupaten yang bisa menerima konsep modern market. Apalagi, hingga kini gerai Matahari baru ada di 71 kota. Padahal, ada lebih dari 400 kota/kabupaten di Indonesia.

Berdasarkan survei, Matahari bisa membuka sekira 400 gerai di nusantara. Hingga kini, baru 157 toko berdiri. Namun, dua gerai di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, Jakarta tutup beberapa waktu lalu.

Baca: Matahari Pastikan Gerai Blok M dan Manggarai Tutup Akhir Bulan Ini

Matahari, kata dia, belum bisa hadir di berbagai kota/kabupaten karena keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan pusat perbelanjaan modern. “Tapi kalau kota dan kabupaten semakin berkembang, maka Matahari pasti akan masuk,” ujarnya.

Ia optimistis gerai ritel masih diminati masyarakat, meskipun Matahari juga mengembangkan penjualan online. Buktinya, akhir bulan ini Matahari akan meresmikan satu gerai baru di Malang, Jawa Timur.

Sepanjang semester I-2017, penjualan Matahari masih menunjukkan tren positif. Namun, imbuh Christian, toko ritel memang perlu beradaptasi untuk bisa tetap bertahan. Perubahan konsep gerai telah dilakukan Matahari yang berada di Karawaci.

“Kami berfokus pada kebutuhan dan kepuasan konsumen. Untuk itu, toko dibuat menjadi lebih nyaman, mudah mencari barang, dan layanan yang diberikan lebih baik. Karena pengalaman berbelanja secara langsung tidak akan didapat secara online,” katanya.

belanja online jadi kebutuhanbelanja belanja online jadi kebutuhan


Menurut dia, perubahan pola perilaku belanja konsumen perlu diakomodasi. Oleh sebab itu, Matahari juga menerapkan omni-channel yang merupakan perpaduan sistem pemasaran offline dan online.

Dengan mengadopsi strategi tersebut, para peritel memiliki peluang untuk menjual produknya tanpa dibatasi waktu dan tempat.

Matahari juga menggaet The Walt Disney Company South East Asia dalam penjualan merchandise. Kerja sama ini merupakan strategi yang potensial menarik konsumen untuk berbelanja di gerai Matahari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km/Jam, Perjalanan Terlambat

Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km/Jam, Perjalanan Terlambat

Whats New
BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

Whats New
[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

Whats New
KCIC Minta Maaf Jadwal Whoosh Terlambat Gara-gara Hujan Lebat

KCIC Minta Maaf Jadwal Whoosh Terlambat Gara-gara Hujan Lebat

Whats New
Cara Pinjam Uang di Rp 5 Juta di Pegadaian, Bunga, dan Syaratnya

Cara Pinjam Uang di Rp 5 Juta di Pegadaian, Bunga, dan Syaratnya

Earn Smart
Kemenkeu Akui Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Imbal Hasil Berdampak ke Beban Utang Pemerintah

Kemenkeu Akui Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Imbal Hasil Berdampak ke Beban Utang Pemerintah

Whats New
Prudential Laporkan Premi Baru Tumbuh 15 Persen pada 2023

Prudential Laporkan Premi Baru Tumbuh 15 Persen pada 2023

Whats New
Bulog Siap Pasok Kebutuhan Pangan di IKN

Bulog Siap Pasok Kebutuhan Pangan di IKN

Whats New
Pintu Perkuat Ekosistem Ethereum di Infonesia

Pintu Perkuat Ekosistem Ethereum di Infonesia

Whats New
BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com