5 Cara agar Berutang Tidak Menyusahkan Dompet - Kompas.com

5 Cara agar Berutang Tidak Menyusahkan Dompet

Kompas.com - 13/10/2017, 06:42 WIB
Ilustrasi dompetSHUTTERSTOCK Ilustrasi dompet

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki utang memang terasa tidak nyaman. Mungkin Anda pun berpendapat serupa. Terlebih bila tanggungan utang yang Anda miliki saat ini mulai mengganggu keuangan.

Penghasilan yang Anda miliki seolah tidak memadai lagi karena tersedot sebagian untuk membayar cicilan utang.

Berutang atau memiliki pinjaman pada dasarnya bukan hal yang buruk selama Anda mengetahui strategi yang tepat dalam berutang.

Banyak terjadi orang berutang tanpa mengukur kemampuan pembayaran utang tersebut. Alhasil, alih-alih mendapatkan pertumbuhan aset, yang terjadi adalah keuangan jadi berantakan karena bertindak salah dalam utang.

Berikut ini 5 cara berutang yang tepat agar keuangan Anda tetap sehat walau menanggung cicilan pinjaman:

1.Selalu ukur kemampuan bayar

Jangan pernah berutang bila Anda tidak memiliki kemampuan membayar cicilan yang dibebankan kelak. Ajukan utang hanya bila Anda telah memiliki hitungan yang tepat tentang berapa besar beban cicilan yang sanggup Anda bayarkan kelak.

Beban cicilan utang konsumtif seperti utang kartu kredit, utang kendaraan bermotor, dan sebagainya, jangan pernah melebihi angka 35% dari total pendapatan rutin Anda.

2.Pilihlah periode cicilan sesuai kebutuhan

Semakin lama periode cicilan, semakin mahal pula total cicilan utang yang harus Anda bayarkan. Banyak orang yang memilih tenor cicilan paling panjang karena menyesuaikan beban cicilan dengan arus kas yang dia miliki.

Namun, hal itu memberi konsekuensi, dia harus membayar lebih mahal atas pinjaman yang dia berikan. Maka itu, hitunglah dengan cermat agar periode cicilan tidak terlalu lama sekaligus memastikan beban cicilan masih masuk dalam batas maksimal cicilan bulanan Anda.

3.Ubahlah menjadi utang produktif

Bila Anda jeli, utang bisa menjadi modal usaha yang sangat bermanfaat. Misalnya, Anda ingin memiliki kedai kuliner sendiri dengan menyewa ruko yang biaya sewanya tahunan.

Karena tidak memiliki dana segar dalam jumlah besar sekaligus, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan biaya murah.

Anggaplah Anda meminjam uang untuk sewa ruko Rp 20 juta per tahun dengan bunga 0,95 persen per bulan. Per bulan Anda harus menyicil sekitar Rp 1,89 juta selama 12 bulan.

Bila keuntungan bersih usaha Anda mencapai Rp 7 juta, maka Anda seperti menyicil tanpa angsuran. Beban cicilan tertutup nilai untung bersih.

4.Pelunasan lebih cepat tidak selalu lebih murah

Anda mungkin mendapatkan bonus besar dari kantor karena kinerja yang baik. Nah, Anda hendak memakai dana bonus itu untuk melunasi lebih cepat utang yang Anda miliki.

Langkah ini memang disarankan. Harta yang Anda miliki akan lebih baik dipakai lebih dulu untuk melunasi utang ketimbang untuk keperluan lain.

Akan tetapi, langkah pelunasan utang lebih cepat dari seharusnya, tidak selalu lebih murah. Beberapa jenis pinjaman mengenakan biaya pelunasan dipercepat.

Selain itu, Anda juga perlu melihat jenis skema bunga pinjaman yang dikenakan. Ada skema pinjaman yang membebankan pembayaran bunga utang di awal.

Sehingga saat Anda ingin melunasi seluruh pinjaman lebih cepat, jangan kaget ketika ternyata pokok utang Anda masih sangat besar.

Kompas TV Tapi bagaimana caranya agar Anda bisa merdeka secara finansial?

EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM