Pesawat Jurusan ke Bali Kembali ke Australia, Ini Penjelasan AirAsia - Kompas.com

Pesawat Jurusan ke Bali Kembali ke Australia, Ini Penjelasan AirAsia

Achmad Fauzi
Kompas.com - 16/10/2017, 13:47 WIB
Jajaran direksi AirAsia Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pariwisata berfoto di depan pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Jajaran direksi AirAsia Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pariwisata berfoto di depan pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Maskapai penerbangan AirAsia mengungkapkan kejadian kembalinya pesawat AirAsia Indonesia ke Australia, Minggu (15/10/2017). Kejadian tersebut terjadi saat melangsungkan penerbangan QZ 535 dengan rute Perth-Denpasar.

Menurut maskapai, keputusan kembalinya pesawat ke Bandara Internal Perth oleh pilot, karena adanya kendala teknis pada pesawat. Hal ini dilakukan juga untuk memastikan keselamatan penumpang.

Pesawat tersebut mendarat dengan selamat selamat di Bandara Internasional Perth pada pukul 12.40 waktu setempat pada hari yang sama.

"Kami mengapresiasi pilot-pilot kami karena telah mendaratkan pesawat dengan selamat dan sesuai dengan prosedur standar operasional," ujar Head of Safety Grup AirAsia, Kapten Ling Liong Tien dalam keterangannya, Senin (16/10/2017).

(Baca: Tony Fernandes Pastikan AirAsia Indonesia IPO Tahun Ini)

"Kami berkomitmen untuk menjaga keselamatan penumpang dan juga awak kabin serta kami akan terus memastikan bahwa kami mengikuti standar keselamatan yang tertinggi." 

Dalam hal ini, seluruh penumpang yang terkena dampak telah dipindahkan ke penerbangan berikutnya yang tersedia dan diberikan semua bantuan yang diperlukan.

"Keselamatan penumpang dan awak penerbangan adalah prioritas kami. AirAsia meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," imbuh dia.

Sebelumnya, Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Air Asia Indonesia terpaksa terbang kembali ke Australia setelah muncul kemungkinan hilangnya tekanan udara dalam kabin.

Pesawat dengan nomor penerbangan QZ535 yang akan terbang Pulau Bali itu, berbalik arah kembali ke Australia setelah terbang selama 25 menit pada Minggu (15/10/2017).

Pesawat jenis Airbus A320 itu membawa 151 orang penumpang dan mendarat dengan selamat di bandara Perth, Australia. 

Kompas TV Pesawat R80 karya B.J. Habibie akan dibiayai dengan skema crowdfunding.

PenulisAchmad Fauzi
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM