Krisis Kian Parah, 300.000 Warga Venezuela Kabur ke Kolombia - Kompas.com

Krisis Kian Parah, 300.000 Warga Venezuela Kabur ke Kolombia

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 17/10/2017, 14:30 WIB
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti-pemerintah di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Awalnya unjuk rasa damai, lalu rusuh sehingga tiga orang tewas hari itu.
Associated Press Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti-pemerintah di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Awalnya unjuk rasa damai, lalu rusuh sehingga tiga orang tewas hari itu.

NEW YORK, KOMPAS.com - Krisis politik yang berkecamuk di Venezuela telah berdampak pula pada krisis ekonomi dan sosial yang tidak kalah parahnya. Pasokan makanan dan obat-obatan di negara tersebut semakin menipis, membuat warga kian menderita.

Menteri Keuangan Kolombia Mauricio Cardenas menyatakan, kondisi di Venezuela sudah semakin parah. Bahkan, kondisi ini juga memberikan dampak besar bagi kawasan Amerika Selatan secara keseluruhan.

Cardenas menuturkan beragam dampak yang harus ditanggung oleh warga Venezuela. Langkanya pasokan makanan membuat warga Venezuela kehilangan berat badan cukup signifikan.

"Ini adalah isu besar bagi Amerika Latin. Pertama, isu kemanusiaan bagi Venezuela dan rakyatnya. Mereka rata-rata kehilangan (berat badan) sebanyak 8 kilogram tiap orang," ujar Cardenas seperti dikutip dari CNN oleh Toledo News, Selasa (17/10/2017).

Cardenas menyatakan, banyak warga Venezuela yang melewati batas negara untuk masuk ke Kolombia. Saat ini, ada sekitar 300.000 warga Venezuela yang menyelamatkan diri ke Kolombia, negara tetangga Venezuela.

"Kami memberikan mereka (layanan) kesehatan, pendidikan, dan makanan. Akan tetapi, situasi sangat sulit. Kemudian adalah kekhawatiran terjadinya default di Venezuela yang tentu akan memberikan konsekuensi," terang Cardenas.

Krisis yang terjadi di Venezuela adalah paduan antara dampak anjloknya harga minyak dan kesalahan pengelolaan pemerintah. Pada Juni 2017, AS menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Protes terhadap pemerintahan Maduro telah menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 125 orang dilaporkan tewas saat unjuk rasa menentang Maduro.

"Harus ada solusi, harus ada pemilu, sehingga ada opsi bagi warga untuk mengubah pemerintahan dan tentu saja perekonomian. Pada akhirnya ini bukan masalah kiri atau kanan, ini adalah masalah kebijakan ekonomi yang salah," ungkap Cardenas.

Kompas TV Oknum Bersenjata Tembak Kerumunan Pemilih di Venezuela



PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
SumberWtol.com

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM