Harga Fluktuatif, Industri Minta Penanganan Pasca-Panen Cabai Dikembangkan - Kompas.com

Harga Fluktuatif, Industri Minta Penanganan Pasca-Panen Cabai Dikembangkan

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 18/10/2017, 13:25 WIB
Acara simposium nasional dan bedah buku cabai di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Acara simposium nasional dan bedah buku cabai di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu komoditas penting di Indonesia, harga aneka cabai di Indonesia kerap mengalami fluktuasi harga. Masalah lain yang kerap membayangi adalah tidak meratanya pasokan cabai.

Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang mengatakan, saat ini penanganan pascapanen perlu dikembangkan oleh pemerintah maupun melibatkan pelaku usaha, agar permasalahan komoditas cabai tidak terus berulang.

"Pascapanen cabai, saya berharap (penanganan) bisa berkembang," ujarnya saat acara simposium nasional dan bedah buku cabai di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, saat ini pasca-panen produk pertanian di Indonesia tidak berkembang akibat kebijakan pemerintah, yakni adanya pungutan berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

"Salah satu faktor yang menghambat pasca panen adalah kebijakan pemerintah, khususnya ada pajak pertambahan nilai bagi pelaku usaha pasca-panen. Enggak jelas. Tidak hanya cabai, juga untuk produk pertanian lainnya," tegas Franky.

Menurutnya, saat ini pemerintah perlu menerapkan kebijakan berupa pembebasan PPN kepada pelaku usaha pasca-panen produk pertanian.

"Pemerintah perlu membebaskan PPN. Pasca panen ini penting karena menjaga produk dari kebusukan, dan kemubaziran. Hanya teknologi pasca panen yang bisa," jelasnya.

Hal lain yang diperlukan adalah pengembangan adalah teknologi pasca panen mulai dari teknologi pengeringan, pendinginan, penyimpanan, hingga pengemasan.

"Karena itu harus ada insentif. Untuk kasus cabai, usaha pasca panen akan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing. Sehingga akan memberikan bukan nilai tambah cabai, tapi nilai tahan lama simpan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, terkait persoalan PPN cabai pihaknya akan segera membahas dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Pastinya akan kita bahas. Beberapa komoditas tidak kena PPN, seperti gula baru kami keluarkan dan beras tidak kena PPN. Saya rasa cabai juga tidak," paparnya.

Untuk sarana prasarana pascapanen, Tjahya mengatakan, saat ini memang diperlukan sarana pasa panen cabai yang dekat dengan sentra cabai dan dikelola oleh petani itu sendiri bukan dikuasai oleh industri besar agar terjadi kebebasan pasar.

"Kami ingin pasca panen di dekat petani ada. Bukan satu industri besar. Jadi ada kebebasan pasar," jelas Tjahya.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM