Kemenperin Tak Masalah Industri Masih Impor Bahan Baku - Kompas.com

Kemenperin Tak Masalah Industri Masih Impor Bahan Baku

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 23/10/2017, 21:22 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/8/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika masih banyak industri dalam negeri yang melakukan importasi berupa bahan baku, salah satunya industri makanan dan minuman yang mengandalkan gandum impor dari Australia.

Menurutnya, yang menjadi perhatian pemerintah adalah agar nilai tambah sektor industri bisa dilakukan di dalam negeri, mulai dari proses produksi hingga daur ulang.

"Selama nilai tambahnya di Indonesia kami tidak masalah. Filosofinya adalah nilai tambah. Jadi, bahan baku itu bisa dari dalam negeri, bisa dari luar negeri," ujarnya, saat memaparkan kinerja sektor industri selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Kemenperin, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, berbagai proses produksi mulai dari konsep, desain produk, produk jadi, penjualan, distribusi, sampai produk daur ulang berada yang di Indonesia akan memberikan nilai tambah berupa nilai investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi impor bahan baku dan bahan penolong selama periode Januari-September 2017 mencapai 75,35 persen dengan nilai mencapai 84,76 miliar dollar AS.  Angka tersebut naik 15,21 persen dibanding periode sebelumnya yang sebesar 73,57 miliar dollar AS.

Berdasarkan data Kemenperin, nilai investasi sektor industri mencapai Rp 706,9 triliun pada periode tahun 2015-2017. Nilai investasi ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai Rp 1.759 triliun pada periode dua tahun ke depan.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorMuhammad Fajar Marta
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM