Mulai Kelola Blok Mahakam 1 Januari 2018, Pertamina Siapkan Rp 24,3 Triliun - Kompas.com

Mulai Kelola Blok Mahakam 1 Januari 2018, Pertamina Siapkan Rp 24,3 Triliun

Kompas.com - 09/11/2017, 22:35 WIB
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017.ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyiapkan dana sebesar 1,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 24,3 triliun untuk mengelola Blok Mahakam. Perusahaan pelat merah ini akan menjadi operator Blok Mahakam mulai 1 Januari 2018.

Sejumlah persiapan alih kelola terus dilakukan oleh Pertamina. Salah satunya juga mempersiapkan work program and budget (WP&B) 2018 yang akan didiskusikan dengan SKK Migas pada akhir November nanti.

Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Bambang Manumaryoso mengatakan, dalam WP&B tersebut, dianggarkan dana investasi mencapai 700 juta dollar AS dan dana operasi sebesar 1,1 miliar dollar AS. Menurut dia, seluruh dana tersebut akan didapat dari kas internal Pertamina.

"Insya Allah Pertamina cukup sehat. Kami lakukan pendanaan, kalau ada opportunity lebih lagi kami fleksibel membiayai proyek-proyek lain," kata Bambang, Kamis (9/11/2017).

Baca juga: Jonan: Alih Kelola Blok Mahakam Jadi Pertaruhan Besar Pertamina

Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17
Bambang menegaskan sejauh ini Pertamina masih siap mengelola Mahakam tanpa partner.

Meski demikian, sebut dia, pihaknya masih membuka kesempatan bagi perusahaan migas untuk masuk ke Blok Mahakam. Dengan adanya partner maka investasi untuk meningkatkan produksi Blok Mahakam akan lebih besar.

Hanya saja Bambang mengingatkan bahwa Blok Mahakam merupakan blok tua yang memiliki risiko cukup besar dan setiap perusahaan punya pertimbangan risiko masing-masing.

"Antara Pertamina dan partner siapa pun pasti riskikonya beda.  Kalau IRR ( (Internal Rate of Return) cuma 10 persen kami masih berani, tapi mungkin partner tidak ekonomis, dia inginnya IRR 11 persen-12 persen. Tapi ini dinamis,"  ucapnya.

Baca juga : Signature Bonus Blok Mahakam 41 Juta Dollar AS dari Pertamina ke Negara Dipertanyakan DPR

Sekedar informasi saja, perusahaan migas asal Uni Emirat Arab, Mubadala Petroleum, telah menyatakan minatnya untuk masuk di Blok Mahakam. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan dalam siaran pers, Rabu (8/11/2017), pemerintah menyarankan agar perusahaan tersebut melakukan pembicaraan (business to business) dengan Pertamina.

Sementara itu Total dan Inpex masih belum menyatakan minat untuk kembali masuk ke Blok Mahakam. (Kontan/Febrina Ratna Iskana)

Kompas TV Sepanjang 2016 lalu, Pertamina memperoleh pendapatan lebih dari Rp 487 Triliun.

EditorErlangga Djumena
Sumber
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM