Indef: Pencabutan Subsidi Listrik Sebabkan Daya Beli Masyarakat Turun - Kompas.com

Indef: Pencabutan Subsidi Listrik Sebabkan Daya Beli Masyarakat Turun

Achmad Fauzi
Kompas.com - 10/11/2017, 22:15 WIB
Gardu Induk milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (11/3/2014).KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah S Gardu Induk milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (11/3/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, menilai kebijakan kebijakan pencabutan tarif dasar listrik pelanggan 900 Volt Ampere (VA) menjadi salah satu faktor terganggunya daya beli masyarakat.

Indef, mengatakan, yang paling terdampak dari kebijakan tersebut adalah masyarakat menengah ke bawah. 

"Yang alami dampak langsung menengah ke bawah akibat pencabutan subsidi sehingga kemampuan belanjanya tetap tumbuh tapi kecil dari periode sebelumnya. Bukan turun tapi melambat artinya tumbuh lebih rendah dari periode sebelumnya," ujar Ahmad dalam diskusi di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Menurut Ahmad, masyarakat menengah ke bawah mengalihkan dana untuk membeli bahan sembako menjadi untuk membayar listrik. 

Baca juga : Pemerintah Akan Hapus Golongan Listrik 900 VA hingga 2.200 VA

Oleh karena itu, Ahmad meminta pemerintah agar memikirkan matang-matang kebijakan yang akan dikeluarkan. Dia menambahkan, pemerintah harus mengetahui dampak yang akan terjadi sebelum mengeluarkan kebijakan. 

"Jika salah mendiagnosa maka kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran. Jadi harus paham betul masalah ekonomi sekarang. Ke depan mudah-mudahan kebijakan makin tepat sasaran," sebut dia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal III-2017, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi rumah tangga pada kuartal I yang sebesar 4,94 persen dan pada kuartal II tahun ini yang sebesar 4,95 persen.

Baca juga : BPS: Masyarakat Lebih Senang Travelling ketimbang Belanja

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAchmad Fauzi
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM