AS Segera Jadi Produsen Migas Terbesar di Dunia - Kompas.com

AS Segera Jadi Produsen Migas Terbesar di Dunia

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 15/11/2017, 10:15 WIB
Ilustrasi: Drum minyakThinkstockphotos.com Ilustrasi: Drum minyak

LONDON, KOMPAS.com — Lembaga Energi Internasional (IEA) dalam laporan terbarunya menyatakan, pasar energi internasional bakal mengalami perubahan besar. Pasalnya, AS memperkokoh statusnya sebagai produsen minyak dan gas terbesar di dunia.

Sementara itu, China akan jadi konsumen migas terbesar di dunia. Sebelumnya, predikat ini dipegang AS.

Mengutip BBC, Rabu (15/11/2017), IEA meyakini permintaan energi dunia akan meningkat 30 persen pada 2040. Ini akan didorong konsumsi yang lebih tinggi di India.

Pada saat yang sama, sumber energi terbarukan bakal menjadi lebih penting. Dalam laporan tersebut, IEA juga menyatakan, AS tanpa diragukan lagi akan menjadi pemimpin global di bidang migas.

Sebelumnya, AS amat bergantung pada impor. Menurut proyeksi IEA, AS akan menyumbang 80 persen peningkatan pasokan minyak dunia pada 2025, didorong peningkatan produksi minyak serpih.

Kondisi tersebut akan membuat harga minyak tetap rendah dan membuat AS menjadi net eksportir minyak dan gas pada akhir tahun 2020-an. Adapun estimasi Lembaga Administrasi Informasi Energi AS menyebut AS akan menjadi produsen minyak dan gas alam utama dunia.

"Kebangkitan AS mencerminkan perubahan besar dalam dinamika pasar internasional," ujar Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA.

Produksi minyak dan gas AS diproyeksikan bakal melampaui negara mana pun di dunia. Ini disebabkan kemampuan AS yang mumpuni dalam mengelola sumber daya baru secara efektif.

IEA juga menyatakan, sumber energi terbarukan, seperti surya dan angin, akan mengalami permintaan baru sebesar 40 persen. Di Uni Eropa, energi terbarukan akan mencakup 80 persen kapasitas baru.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
SumberBBC
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM