Pengguna Bitcoin Indonesia Didominasi Generasi Milenial - Kompas.com

Pengguna Bitcoin Indonesia Didominasi Generasi Milenial

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 04/12/2017, 17:00 WIB
Nilai Bitcoin pada 2017AFP/KOMPAS.com Nilai Bitcoin pada 2017

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Bitcoin Indonesia Oscar Dharmawan mengakui adanya peningkatan jumlah pengguna bitcoin. Ini terjadi sejalan dengan peningkatan nilai mata uang virtual tersebut dalam beberapa pekan terakhir, bahkan hingga menembus rekor tertinggi.

Ketika dihubungi Kompas.com, Senin (4/12/2017), Oscar menyatakan para pengguna pada Bitcoin Indonesia didominasi oleh generasi milenial. Mereka adalah generasi yang rata-rata berusia 17 sampai 35 tahun.

"Rata-rata dari generasi milenial khususnya mahasiswa," jelas Oscar.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi lantaran kebanyakan orang yang memahami teknologi blockchain adalah mereka yang terpelajar dan masih muda. Pasalnya, memahami teknologi blockchain bukan hal yang mudah.

Baca juga : Tembus Level Rp 148,5 Juta, Bitcoin Berisiko Alami Bubble? 

Oscar pun memandang, setidaknya ada tiga hal yang membuat generasi milenial, termasuk mahasiswa, tertarik dengan teknologi blockchain.

Pertama, teknologi ini berjalan secara desentralisasi dan tidak bergantung pada satu server.

"Transaksi berjalan peer-to-peer. Jadi, selama ada internet, sistem tetap dapat berjalan normal. Itu impresif," tutur Oscar.

Selain itu, apabila transaksi tidak bisa dilakukan di Indonesia, pengguna dapat melakukan transaksi di negara lain. Generasi milenial, imbuh Oscar, hidup di era internet di mana negara tidak dipandang sebagai batasan.

Kedua, generasi milenial cenderung sudah tidak terlalu tertarik dengan emas. Mereka, kata Oscar, memandang emas sebagai instrumen investasi yang repot dan sulit untuk ditransaksikan.

"Tidak seperti cryptocurrency yang bahkan bisa jual-beli di Rp 1.000. Mereka menganggap cryptocurrency seperti emas digital," ungkap Oscar.

Ketiga, generasi milenial meyakini bahwa blockchain adalah teknologi masa depan. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada beberapa dekade lalu ketika internet diyakini sebagai masa depan.

"Dulu internet dicecar pada tahun 1990-an sebagai hype dan mirage belaka oleh generasi yang lebih tua, tapi ternyata sekarang internet bagian dari DNA kita," terang Oscar.

Kompas TV Virus Komputer Bisa Timbulkan Kerugian Spektakuler

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM