Penting, Mengutamakan Pembangunan Infrastruktur Energi Prioritas - Kompas.com

Penting, Mengutamakan Pembangunan Infrastruktur Energi Prioritas

Josephus Primus
Kompas.com - 04/12/2017, 21:31 WIB
Presiden Joko Widodo, didampingi Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir (kanan), Gubernur Kalimantan Barat Cornelis (kiri), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (belakang), serta Menteri BUMN Rini Soemarno (tidak tampak), meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bergerak Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalbar, Sabtu (18/3), seusai meresmikan delapan PLTG bergerak. KOMPAS/HAMZIRWAN Presiden Joko Widodo, didampingi Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir (kanan), Gubernur Kalimantan Barat Cornelis (kiri), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (belakang), serta Menteri BUMN Rini Soemarno (tidak tampak), meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bergerak Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalbar, Sabtu (18/3), seusai meresmikan delapan PLTG bergerak.

KOMPAS.com - Mengutamakan pembangunan infrastruktur energi prioritas adalah hal penting. Komisaris Utama Rekayasa Industri Indarto Pamoengkas mengatakan hal tersebut saat penandatanganan kontrak Engineering Procurement Construction Gas Processing Facility untuk proyek pengembangan gas lapangan unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB).

"Ini merupakan peran nyata kami," tutur Indarto sebagaimana keterangan pers yang diterima Kompas.com, hari ini.

Dalam proyek itu, Rekayasa Industri bersama JGC Corporation dan JGC Indonesia mendapat kepercayaan sebagai pelaksana utama pembangunan perekayasaan, pengadaan, dan konstruksi (EPC) Gas Processing Facilites (GPC) dalam pengembangan JTB.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan (kiri berpakaian jas) dan Plt Direktur Utama PT Rekayasa Industri Jakub Tarigan (kanan) menandatangani kontrak Engineering Procurement Construction Gas Processing Facility untuk proyek pengembangan gas lapangan unitisasi Jambaran ? Tiung Biru (JTB), Senin (4/12/2017).Rekayasa Industri Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan (kiri berpakaian jas) dan Plt Direktur Utama PT Rekayasa Industri Jakub Tarigan (kanan) menandatangani kontrak Engineering Procurement Construction Gas Processing Facility untuk proyek pengembangan gas lapangan unitisasi Jambaran ? Tiung Biru (JTB), Senin (4/12/2017).

Pemilik JTB adalah PT Pertamina EP Cepu. Perusahaan itu bertugas memproduksi sales gas yang akan dikirim melewati saluran pipa gas sepanjang 11,5 kilometer ke pembeli, dalam hal ini PLN melalui saluran pipa gas PT Pertagas. Menurut rencana, proyek akan rampung dalam 36 bulan.

Selanjutnya, gas yang berasal dari lapangan JTB akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang. Pipa tersebut panjangnya 267 kilometer. Lantas, diameter pipa adalah 28 inci.

Proyek berlokasi di Bojonegoro. Desainnya adalah kapasitas feed gas sebesar 330 MMSCFD untuk memproduksi 172 MMSCFD sales gas.

Terkait proyek ini juga,  Plt Direktur Utama Rekayasa Industri Jakub Tarigan mengatakan bahwa ada tantangan untuk memiliki standar kerja tinggi dalam hal ketepatan waktu, biaya, kualitas, dan keamanan. "Kami juga harus mampu menyuguhkan ide-ide inovasi di bidang engineering," kata Jakub Tarigan sembari menambahkan hal-hal tersebut akan menjadi nilai tambah bagi pihak pemilik proyek, pemerintah, industri, dan masyarakat.

PenulisJosephus Primus
EditorJosephus Primus
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM