Boneka Barbie dan Hot Wheels Buatan Cikarang Kuasai Pasar Global - Kompas.com

Boneka Barbie dan Hot Wheels Buatan Cikarang Kuasai Pasar Global

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 05/12/2017, 09:00 WIB
Sewa mainan Hot Wheels di Europcar, Perancis, seperti sewa mobil sungguhan.Leftlanenews Sewa mainan Hot Wheels di Europcar, Perancis, seperti sewa mobil sungguhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini sekaligus mampu membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk unggulan yang telah mendunia.

Salah satunya kehadiran pelaku industri mainan di Indonesia yang telah memasok hasil produksi ke pasar global yakni PT Mattel Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi kepada PT Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1992," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Selasa (5/12/2017).

Airlangga mengatakan, sejak beroperasi pada tahun 1992 silam, perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang dengan nilai ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas 150 juta dollar AS per tahun.

"Ini menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim investasi di Indonesia,” kata politikus Partai Golkar ini.

Pabrik Mattel di Cikarang adalah yang terbesar di dunia, dibandingkan dengan di Tiongkok, Malaysia, Thailand dan Meksiko, dimana 50 persen dari materinya diproduksi secara lokal.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Pabrik Mattel di Cikarang adalah yang terbesar di dunia, dibandingkan dengan di Tiongkok, Malaysia, Thailand dan Meksiko, dimana 50 persen dari materinya diproduksi secara lokal.

Selain itu, lanjut Menperin, Indonesia adalah produsen boneka merek Barbie terbesar di dunia yang dihasilkan PT Mattel Indonesia.

Perusahaan yang memiliki lini produksi di Cikarang, Jawa Barat, ini telah memasok 60 persen ke seluruh pasar global atau telah mengungguli produksi China.

“Jadi, enam dari 10 boneka yang beredar di dunia itu berasal dari Indonesia, dibuat dengan tangan-tangan terampil anak bangsa kita,” ujarnya.

Menariknya lagi, Indonesia memiliki pabrik mobil (mainan) dengan kapasitas produksi yang cukup besar dengan mencapai 50 juta unit per tahun.

Baca juga : Hot Wheels Darth Vader, dari Mainan Jadi Nyata

“Itu pabrik Hot Wheels di Cikarang milik PT Mattel Indonesia. Industri otomotif mini lebih besar 50 kali dari otomotif benaran,” ungkapnya.

Tak cuma dari segi jumlah produksinya yang besar, Airlangga menuturkan pabrik ini juga sudah mengaplikasikan sistem kerja di era Industry 4.0.

Baca juga : Mattel Indonesia Siapkan Boneka Barbie Berbatik

Revolusi industri ke-4 merupakan tahap perkembangan industri saat ini yang menggabungkan tenaga manusia, robot dan teknologi informasi dalam proses produksinya.

Berdadarkan data Kemenperin, ekspor komoditas mainan sampai dengan bulan September tahun 2017 ini mencapai 228,39 juta dollar AS atau naik sebesar 8,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (YoY) sebesar 209,59 juta dollar AS.

Selanjutnya, penyerapan tenaga kerja di sektor industri mainan sebanyak 23.116 orang dengan nilai investasi pada tahun 2016 sebesar 14,76 juta dollar AS dan sampai kuarta III tahun 2017 telah mencapai 9,52 juta dollar AS.

Kompas TV Physital jadi kata yang mendefiniskan inovasi mainan yang disuguhkan di pameran mainan di Kota New York, Amerika Serikat. Physital merupakan mainan dengan kombinasi fisik dan digital. Salah satunya adalah mainan lilin dari play doh. Produk mainan lilin dari hashro ini memungkinkan pengguna memainkan lilin yang sudah mereka bentuk dalam versi digital dan bisa dimainkan di tablet atau ponsel pintar. Bahkan bisa juga dimainkan menggunakan virtual reality. Boneka super cantik Barbie juga dipadu dengan kecanggihan teknologi. Si cantik ini mampu melakukan perintah dari pemiliknya. Yang juga jadi tren adalah mainan yang terinspirasi dari film. Seperti miniatur beauty and the beast juga para tokoh super hero. Mainan hingga kini masih jadi salah satu industri dengan pendapatan terbesar di dunia, mencapai 26 miliar Dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 346 triliun rupiah. Tak heran, perusahaan mainan berlomba memunculkan inovasi untuk menggaet pembeli.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM