Ada GPN, Pendapatan Bank Bakal Turun? - Kompas.com

Ada GPN, Pendapatan Bank Bakal Turun?

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 06/12/2017, 16:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo (kedua kiri) dan Menkeu Sri Mulyani (kanan) meresmikan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (4/12). BI resmi meluncurkan sistem GPN dengan tujuan menyatukan berbagai sistem pembayaran milik berbagai bank yang berbeda.ANTARA/GALIH PRADIPTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo (kedua kiri) dan Menkeu Sri Mulyani (kanan) meresmikan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (4/12). BI resmi meluncurkan sistem GPN dengan tujuan menyatukan berbagai sistem pembayaran milik berbagai bank yang berbeda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal pekan ini, Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Dengan sistem baru ini, maka sistem-sistem pembayaran bank yang berbeda di dalam negeri dapat disatukan.

Bagi nasabah, adanya GPN bisa memudahkan dan membuat transaksi lebih nyaman. Pasalnya, satu mesin electronic data capture (EDC) satu bank bisa digunakan oleh bank lainnya tanpa ada biaya.

Bagi merchant atau pedagang, proses transaksi pun menjadi lebih mudah lantaran tidak perlu menyediakan banyak mesin EDC di meja kasir. Transaksi pun bisa lebih cepat dan efisien.

Lalu, bagaimana dengan perbankan? Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggoro Eko Cahyo menuturkan, dengan adanya GPN, maka pendapatan komisi bank atau fee based income akan menurun. Namun demikian, penetrasi EDC akan lebih luas.

Baca juga: Biaya Transfer Lebih Murah, Nasabah Diimbau Ganti Kartu Debit Berlogo GPN

Hal ini sejalan pula dengan penetrasi merchant atau pedagang yang lebih banyak. Selain itu, transaksi nontunai pun akan meningkat pula.

"Dengan MDR yang rendah, makin banyak merchant yang tadinya tidak mau menerima EDC karena fee (biaya)-nya kebesaran, dia akan menjadi menerima," ujar Anggoro di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, efisiensi pun akan terjadi. Semisal, merchant sebelumnya menempatkan 4 hingga 5 atau malah 6 mesin EDC di meja kasir. Namun, dengan ada GPN, maka bisa saja jumlah EDC dikurangi dan dipindahkan ke tempat lainnya.

"Ketika EDC berkurang, bank-bank tidak perlu lagi membeli EDC. Dia bisa relokasi EDC-nya," tutur Anggoro.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Maryono menuturkan, dengan adanya GPN, pendapatan bank bisa saja mengalami penurunan. Akan tetapi, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal ini.

Pasalnya, yang terpenting adalah terjadinya peningkatan transaksi nontunai, termasuk di dalamnya adalah transaksi dengan menggunakan mesin EDC. Maryono menyatakan, pihaknya belum menghitung dampak GPN terhadap bisnis bank.

"Penurunannya belum bisa dihitung. Secara nett-nya mungkin malah bisa naik," ungkap Maryono.

Ia pun mengatakan, transaksi yang dilakukan secara nontunai biayanya lebih rendah. Pada akhirnya, minat masyarakat untuk menabung di bank juga bisa meningkat karena biaya dana (cost of fund) yang lebih murah.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM