Agenda Pembangunan Berkelanjutan Ingatkan Empat Negara Ini - Kompas.com

Agenda Pembangunan Berkelanjutan Ingatkan Empat Negara Ini

Josephus Primus
Kompas.com - 06/12/2017, 19:56 WIB
Peserta Maraton di New Delhi, India, berlari menembus asap polusi di jalan, Minggu (19/11/2017). (The Guardian) Peserta Maraton di New Delhi, India, berlari menembus asap polusi di jalan, Minggu (19/11/2017). (The Guardian)

KOMPAS.com - Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDG) mengingatkan empat negara termasuk Indonesia soal penghematan energi. Menurut catatan laman un.org, setidaknya China, India, Brasil, dan Indonesia masih tergantung pada energi fosil. Pemanfaatan energi itu sebagai bahan bakar menimbulkan Gas Rumah Kaca (GRK). Sebagaimana diketahui, efek GRK menjadi pemicu pemanasan global dan perubahan iklim.

Sementara itu, dari Indonesia, pada Musyawarah Nasional (Munas) II  Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI), terdapat catatan soal peranan upaya konservasi dan efisiensi di tiga sektor yakni industri, gedung, dan mobilitas. MASKEII mengirimkan informasi tersebut dalam rilis kepada Kompas.com, hari ini.

MASKEEII mengingatkan bahwa Indonesia bersama lebih dari 150 negara meneken kesepakatan melaksanakan Agenda Pembangunan Berkelanjutan di New York. Amerika Serikat,  pada  September 2015 yang lalu. Kesepakatan itu menghasilkan 17 Tujuan yang dikenal sebagai SDG.

Agenda ini meliputi kurun waktu 15 tahun sampai 2030, dan disepakati dalam rangka mencapai tujuan Perjanjian Paris, November 2015 tentang upaya mitigasi Dampak Pemanasan Global dan Perubahan Iklim, untuk mencegah kenaikan suhu iklim global tidak lebih dari 2 derajat Celcius pada tahun 2050 dibanding suhu pada permulaan era industrialisasi di negara-negara maju pada abad ke 18.

Rencana aksi untuk Indonesia berada di dalam koridor Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59/2017. PP itu mengamanatkan penyusunan rencana aksi dalam mengharmonisasikan Program Pembangunan Jangka Menengah (PJM) sesuai Nawacita dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Menteri PPN / Kapala Bappenas ditugaskan untuk mengkoordinasi upaya- upaya tersebut.

Sebagai tindak lanjut berikutnya, MASKEEI pada 18-19 September 2018 akan menyelenggarakan seminar Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition (IEECCE). Seminar serupa, pernah digelar pada Mei 2017.

PenulisJosephus Primus
EditorJosephus Primus
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM