Trump Akui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Harga Emas Menguat - Kompas.com

Trump Akui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Harga Emas Menguat

Kompas.com - 07/12/2017, 08:33 WIB
IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Jerusalem merupakan ibu kota Israel menjadi pendorong kenaikan harga emas dunia.

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada perdagangan Rabu (6/12/2017) waktu setempat (Kamis pagi WIB), di tengah kekhawatiran geopolitik mengenai Timur Tengah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari menguat 1,20 dollar AS atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 1.266,10 dollar AS per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada Rabumengumumkan keputusannya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan ini dinilai bisa memicu timbulnya kekerasan baru di Timur Tengah.

Baca juga: Dollar AS Melemah, Harga Emas Menguat

Banyak analis percaya bahwa langkah kontroversial Trump tersebut akan menjadi bumerang, menimbulkan ketegangan di Timur Tengah.

Kekhawatiran geopolitik menyebabkan sentimen safe haven dan mendorong emas berjangka naik lebih tinggi, setelah sempat anjlok pada sesi perdagangan sebelumnya.

Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini terus mendukung indeks dollar AS, sehingga menahan laju kenaikan emas lebih lanjut.

Indeks dollar AS, (indikato mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya) naik 0,30 persen menjadi 93,60 pada pukul 18.19 GMT.

Sementara harga perak untuk pengiriman Maret turun 11,3 sen atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 15,955 dollar AS per ounce. Kemudian Platinum untuk penyerahan Januari turun 14,70 dollar AS atau 1,60 persen, menjadi menetap di 902,80 dollar AS per ounce.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM